Sekretaris DPD Apkasindo Inhil Paparkan Strategi Pemilihan Varietas Sawit untuk Tingkatkan Produktivitas

Selasa, 07 Juli 2026 | 16:13:48 WIB

PEKANBARU – Sekretaris DPD Apkasindo Kabupaten Indragiri Hilir, Agung Pramono, SP., M.MA, menjadi narasumber dalam Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDMP Tahun 2026 yang digelar di salah satu hotel di Pekanbaru, Selasa (7/7). Pada kesempatan tersebut, ia membawakan materi tentang pemilihan varietas unggul dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kemitraan perkebunan kelapa sawit.

Di hadapan peserta yang berasal dari sejumlah kelompok tani di Kabupaten Indragiri Hilir, Agung menjelaskan bahwa pemilihan varietas merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha perkebunan sawit. Menurutnya, penggunaan bibit unggul akan berdampak langsung terhadap produktivitas tanaman dalam jangka panjang.

Ia memaparkan beberapa varietas unggul yang banyak digunakan, di antaranya Dumpy, SP540, Yangambi, Langkat, dan 540 NG. Masing-masing varietas tersebut memiliki potensi produksi sekitar 20 ton, 32 ton, 33 ton, 32 ton, dan 32 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun apabila dibudidayakan sesuai standar teknis.

Agung menegaskan bahwa peningkatan produksi kelapa sawit saat ini diarahkan melalui program intensifikasi, yakni meningkatkan hasil panen tanpa harus membuka atau memperluas areal perkebunan baru. Langkah tersebut dinilai lebih efektif sekaligus mendukung pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan.

"Peningkatan produktivitas harus dimulai dari penggunaan benih unggul yang tepat dan penerapan teknik budidaya yang benar. Melalui intensifikasi, kita dapat meningkatkan hasil tanpa perlu melakukan perluasan lahan, sehingga produktivitas petani bisa terus meningkat," ujar Agung.

Selain membahas pemilihan varietas, Agung juga menjelaskan prosedur pengadaan bahan tanam yang sesuai ketentuan. Ia mengingatkan pentingnya memperoleh bibit dari sumber resmi dan bersertifikat agar mutu tanaman tetap terjamin serta mampu menghasilkan produksi optimal.

Dalam pemaparannya, ia turut menjelaskan tahapan pemindahan bibit dari prenursery ke main nursery. Menurutnya, proses transplantasi harus dilakukan secara hati-hati agar pertumbuhan bibit tidak terganggu dan tanaman siap dipindahkan ke lapangan pada waktu yang tepat. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan bibit poliembrio sebagai bagian dari upaya menghasilkan bibit berkualitas.

Melalui pelatihan tersebut, Agung berharap para petani mampu menerapkan materi yang diperoleh di kebun masing-masing. Ia juga mendukung target pemerintah dalam meningkatkan produktivitas minyak sawit mentah (CPO) melalui penerapan budidaya yang baik, penggunaan varietas unggul, serta penguatan kemitraan antara petani dan para pemangku kepentingan di sektor perkebunan kelapa sawit.

Terkini