Harimau Sumatera Tiba-Tiba Lompat ke Atas Motor Pekerja Sawit di Mengkapan Siak

Selasa, 21 Juli 2026 | 19:19:45 WIB
Lokasi penamlakan Harimau Sumatera di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.

PEKANBARU - Agus, seorang pekerja kebun sawit di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, nyaris menjadi korban serangan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat mengangkut hasil panen menggunakan sepeda motor.

Mendapat laporan tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mendatangi lokasi untuk meningkatkan pemantauan dan melakukan langkah-langkah mitigasi.

"Kami menerima laporan dugaan interaksi negatif antara Harimau Sumatera dengan seorang warga yang terjadi pada 14 Juli 2026," kata Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, Selasa (21/7).


 

Tim BBKSDA Riau langsung diturunkan ke lapangan untuk melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait guna memastikan kronologi kejadian.

Menurut kronologi yang disampaikan saksi, Agus merupakan pekerja kebun sawit milik Ahmad Rokani. Saat itu, ia sedang mengangkut hasil panen menggunakan sepeda motor sekitar pukul 10.00 WIB dan melintas di lokasi.

Setibanya di lokasi, seekor harimau tiba-tiba melompat ke bagian belakang sepeda motor yang dikendarai Agus dan mencakar keranjang yang dibawanya.

"Kaget melihat harimau berada di belakang motornya, korban kemudian memacu kendaraannya dan berhasil menyelamatkan diri sehingga terhindar dari serangan lanjutan," ujar Supartono.

Selain itu, dari proses mitigasi yang dilakukan, diperoleh informasi bahwa pada 18 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, dua warga bernama Amir dan Dodi kembali melihat seekor Harimau Sumatera di sekitar Kilometer 4 Desa Mengkapan.

"Saksi mengungkapkan harimau tersebut melompat dari parit di seberang jalur pipa menuju badan jalan. Namun, saat berpapasan dengan kendaraan yang dikendarai Amir, harimau itu kembali masuk ke arah parit dan tidak melanjutkan penyeberangan," jelas Supartono.

Saksi juga mengatakan bahwa saat pertemuan tersebut, satwa itu tidak menunjukkan perilaku agresif terhadap kendaraan maupun pengendaranya.

"Tim BBKSDA Riau sudah melakukan pengecekan di lokasi, tetapi tidak menemukan jejak maupun tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera," kata Supartono.

Menurut keterangan beberapa warga setempat, salah satunya Gianto, kemunculan harimau di kawasan tersebut bukanlah kejadian baru. Beberapa kali warga mengaku melihat harimau melintas di sekitar lokasi, namun selama ini tidak pernah menyerang masyarakat.

Menyikapi harimau yang dilaporkan sering terlihat oleh warga, BBKSDA Riau akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pihak terkait untuk melakukan pemantauan secara intensif serta melaksanakan langkah-langkah mitigasi konflik satwa liar guna mencegah kejadian serupa dan menjaga keselamatan masyarakat.

Sebagai langkah pencegahan, warga diminta mengaktifkan patroli siskamling pada malam hari serta segera melaporkan kepada petugas BBKSDA Riau atau aparat setempat apabila mengetahui keberadaan Harimau Sumatera maupun satwa liar lainnya di sekitar permukiman atau area aktivitas masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menghindari aktivitas seorang diri di kawasan yang diduga menjadi lintasan satwa liar, terutama pada sore hingga malam hari," pesan Supartono.

Terkini