Kapolsek Sungai Apit Beberkan Kronologi Penyerangan Harimau di Teluk Lanus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:42:09 WIB

SIAK – Suasana tenang pada Selasa (21/7/2026) malam di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, mendadak berubah mencekam. Sekitar pukul 19.30 WIB, seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) menyerang seorang pekerja alat berat bernama Harianto saat korban hendak buang air di area dekat camp tempatnya bekerja.

Insiden menegangkan ini bermula ketika Harianto berpamitan kepada dua rekan kerjanya, Rakha dan Herman, untuk pergi ke tepi kanal dekat camp. Area kanal tersebut memang biasa dimanfaatkan para pekerja untuk mandi dan buang air. Namun, baru sekitar 10 menit berselang, lokasi yang sunyi itu mendadak dipecahkan oleh teriakan histeris korban yang meminta pertolongan.

Mendengar jeritan histeris tersebut, Rakha dan Herman langsung berhamburan keluar camp guna menyusuri sumber suara. Namun, kondisi lokasi kejadian yang gelap gulita akibat minimnya penerangan membuat pandangan mereka sangat terbatas, sehingga sempat kesulitan mendeteksi posisi pasti Harianto di tengah kegelapan malam.

Dalam situasi krisis dan panik, gagasan cepat muncul dari kedua rekan korban untuk memanjat sebuah alat berat (ekskavator) yang terparkir di dekat lokasi. Mereka segera menghidupkan mesin ekskavator dan mengarahkan seluruh lampu sorot utama ke arah asal suara jeritan Harianto guna membelah pekatnya malam.

Pancaran cahaya terang dari alat berat tersebut seketika menyingkap pemandangan mendebarkan, di mana Harianto terlihat sedang diseret oleh seekor harimau sumatera. Beruntung, silau dan kuatnya pancaran sinar alat berat berhasil mengejutkan sang predator hingga seketika melepaskan gigitannya dan melarikan diri kembali ke dalam lebatnya hutan.

Kapolsek Sungai Apit, Iptu Adifian Ikhsan, menjelaskan bahwa pasca-kejadian, kedua rekan korban bergerak cepat mengevakuasi Harianto menggunakan speed boat menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Teluk Lanus untuk mendapat pertolongan pertama sebelum dilarikan ke rumah sakit rujukan.

"Guna mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif, korban selanjutnya dilarikan ke Pelabuhan Penyengat sebelum akhirnya diangkut menggunakan ambulans menuju RSUD Tengku Rafian Siak," ujar Kapolsek Sungai Apit, Iptu Adifian Ikhsan, saat dikonfirmasi pada Rabu (22/7/2026).

Iptu Adifian Ikhsan menambahkan, akibat serangan ganas tersebut tubuh Harianto mengalami luka parah akibat gigitan dan cakaran di bagian punggung, meski kini kondisinya dilaporkan stabil dan dalam proses pemulihan. Insiden ini menambah panjang deretan konflik satwa di Sungai Apit, setelah sebelumnya pada 14 Juli 2026 pekerja sawit di Desa Mengkapan juga nyaris diterkam harimau.

"Kami mengingatkan bahwa wilayah Sungai Apit memang merupakan habitat asli sekaligus jalur lalu lalang alami bagi harimau sumatera," tegas Iptu Adifian Ikhsan mengimbau para pekerja dan warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area lintasan satwa liar.

Terkini