Tembilahan - Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Indragiri Hilir tahun 2025 resmi digelar di Hotel Top 5 pada Minggu (23/11). Kegiatan yang menjadi agenda strategis organisasi profesi dokter tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan, dihadiri para pengurus wilayah, senior organisasi, hingga 100 dokter pemilik hak suara dari total 235 dokter yang terdaftar di Kabupaten Indragiri Hilir.

Suasana hangat menyelimuti ruangan sejak awal acara, terlebih saat rangkaian dibuka dengan laporan pertanggungjawaban Ketua Panitia Pelaksana, dr. Syarifah Novrisa. Ia memaparkan proses persiapan, pelaksanaan hingga pelaporan keuangan secara rinci, memastikan seluruh tahapan Muscab berjalan transparan dan sesuai ketentuan AD/ART IDI.
Dalam laporannya, dr. Syarifah menjelaskan bahwa panitia telah bekerja sejak diterbitkannya SK pembentukan panitia, termasuk menyiapkan jadwal, tata tertib musyawarah, serta sarana prasarana pendukung. Komunikasi dengan anggota dilakukan melalui berbagai kanal agar seluruh dokter mendapatkan informasi lengkap dan dapat berpartisipasi aktif.
Tahapan Muscab meliputi registrasi peserta, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, pembahasan program kerja organisasi, hingga pemilihan Ketua IDI Cabang Indragiri Hilir untuk periode 2025–2028. Seluruh proses berjalan kondusif berkat dukungan pengurus, panitia, serta kedisiplinan para anggota.
Momentum Muscab tahun ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya sejumlah tokoh IDI dari tingkat wilayah, termasuk Ketua IDI Wilayah Riau dr. Marhan Effendi, MH, CMC, serta sekretaris wilayah dan perwakilan bidang lainnya. Kehadiran para senior dan dewan pertimbangan turut menambah bobot forum musyawarah yang menjadi ruang refleksi organisasi.
Ketua IDI Cabang Indragiri Hilir periode 2022–2025, dr. Diana, SpAn-Ti, FCC, MKes, menyampaikan sambutan penuh makna. Dalam petikan pantun pembukanya, ia mengajak seluruh anggota menjaga kebersamaan seraya mengingatkan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah strategis untuk memperkuat visi dan kolaborasi organisasi profesi dokter.
Dalam sambutannya, dr. Diana menegaskan pentingnya IDI sebagai rumah besar bagi seluruh dokter Indonesia, terlebih menghadapi tantangan dunia kedokteran yang terus berkembang. Ia juga mengutip pesan Muktamar IDI ke-32 di Mataram pada Februari 2025 mengenai perlunya menurunkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi demi kepentingan masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi pengurus dan anggota selama periode tiga tahun terakhir. Kerja kolaboratif, kata dr. Diana, telah menjaga profesionalisme dan peran strategis IDI dalam dinamika pelayanan kesehatan. Ia juga berterima kasih kepada panitia yang bekerja ikhlas hingga Muscab terselenggara lancar.
Puncak Muscab adalah pemilihan Ketua IDI Cabang Indragiri Hilir periode 2025–2028. Dua kandidat bersaing dalam pemungutan suara, yakni dr. Gusfrizer, SpOG sebagai calon nomor 1 dan dr. Rahmatsyah, SpA sebagai calon nomor 2. Dari 100 dokter yang memberikan hak suara, dr. Rahmatsyah Nst., SpA akhirnya terpilih sebagai ketua baru untuk menakhodai organisasi tiga tahun ke depan.

Selain itu, Muscab juga menetapkan dr. Saut Pakpahan sebagai Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Cabang Indragiri Hilir periode 2025–2028. Penetapan kedua pemimpin organisasi ini diharapkan membawa semangat baru bagi IDI Cabang Indragiri Hilir agar semakin solid, aktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.