BPS Catat Neraca Perdagangan Riau Surplus, Ekspor Tembus US$19,21 Miliar

BPS Catat Neraca Perdagangan Riau Surplus, Ekspor Tembus US$19,21 Miliar
Rilis berita resmi statistik di Kantor BPS Pekanbaru, Senin (5/1/2026).

PEKANBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perdagangan Provinsi Riau sepanjang Januari hingga November 2025 tetap kuat dan mencatatkan surplus neraca perdagangan. Surplus ini ditopang oleh nilai ekspor yang jauh lebih besar dibandingkan impor, meskipun terjadi penurunan kinerja perdagangan pada November 2025.

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menyampaikan bahwa nilai ekspor Riau selama Januari–November 2025 mencapai US$19,21 miliar atau tumbuh 16,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

“Secara kumulatif Januari sampai November 2025, ekspor Riau meningkat signifikan dan tetap mampu menjaga surplus neraca perdagangan. Kinerja ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 21,18 persen,” ujar Asep Riyadi, saat rilis berita resmi statistik di Kantor BPS Pekanbaru, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, nilai ekspor nonmigas Riau selama Januari–November 2025 tercatat sebesar US$18,16 miliar, meningkat dari US$14,98 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor migas justru mengalami penurunan sebesar 29,85 persen menjadi US$1,05 miliar akibat turunnya ekspor industri pengolahan hasil minyak dan minyak mentah.

Meski secara kumulatif mencatatkan pertumbuhan, ekspor Riau pada November 2025 mengalami kontraksi. Nilai ekspor November 2025 tercatat sebesar US$1,63 miliar atau turun 4,55 persen dibandingkan November 2024. Ekspor nonmigas juga turun 4,06 persen menjadi US$1,52 miliar.

Menurut Asep, dari sepuluh komoditas utama ekspor nonmigas Januari–November 2025, lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan nilai tambahan ekspor mencapai US$2,52 miliar atau tumbuh 31,84 persen.

“Selain itu, peningkatan juga terjadi pada berbagai produk kimia, bahan kimia organik, makanan olahan, kertas dan karton, buah-buahan, serta bahan-bahan nabati. Namun terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan cukup dalam, seperti ampas dan sisa industri makanan,” jelasnya.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Riau dengan nilai US$3,06 miliar, disusul India US$1,59 miliar dan Malaysia US$1,27 miliar. Ketiga negara tersebut memberikan kontribusi sebesar 32,59 persen terhadap total ekspor nonmigas Riau. Sementara ekspor ke kawasan ASEAN dan Uni Eropa masing-masing mencapai US$3,34 miliar dan US$2,13 miliar.

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan selama Januari–November 2025 meningkat 21,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan ekspor hasil pertanian tumbuh 22,27 persen.

Di sisi lain, nilai impor Riau selama Januari–November 2025 tercatat sebesar US$1,50 miliar atau turun 16,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Penurunan impor terutama terjadi pada impor nonmigas yang turun 16,19 persen menjadi US$1,37 miliar.

“Dengan nilai ekspor yang mencapai US$19,21 miliar dan impor sebesar US$1,50 miliar, neraca perdagangan Riau masih mencatatkan surplus yang sangat besar sepanjang Januari hingga November 2025,” kata Asep.

Ia menambahkan, impor Riau pada November 2025 juga mengalami penurunan tajam sebesar 38,76 persen dibandingkan November 2024 menjadi US$101,94 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya impor nonmigas, meskipun impor migas mengalami kenaikan.

Dari sisi penggunaan barang, selama Januari–November 2025 impor barang modal, barang konsumsi, serta bahan baku dan penolong masing-masing mengalami penurunan. Impor barang modal turun paling dalam, yakni 59,13 persen, mencerminkan melambatnya kebutuhan investasi impor.

Asep menegaskan, surplus neraca perdagangan ini mencerminkan kuatnya daya saing ekspor Riau di pasar internasional, khususnya pada komoditas unggulan nonmigas.

“Ke depan, menjaga stabilitas kinerja ekspor dan mengendalikan impor menjadi kunci agar surplus neraca perdagangan Provinsi Riau tetap berkelanjutan,” tutup Asep Riyadi.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index