Tembilahan - Rapat lanjutan pembahasan rencana pembukaan trayek kapal penumpang kembali digelar di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tembilahan pada Selasa (13/01). Rapat ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan konektivitas transportasi laut serta penguatan pelayanan penumpang di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KSOP Kelas IV Tembilahan, Feriland Saragih, S.SIT. Dalam forum ini, Feriland menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi guna memastikan pembukaan trayek kapal penumpang berjalan sesuai ketentuan keselamatan pelayaran dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya General Manager Pelindo I Tembilahan, Komandan Distrik Militer 0314 Indragiri Hilir, Kepala Kepolisian Resor Indragiri Hilir, serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Indragiri Hilir. Kehadiran unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah menunjukkan kuatnya dukungan terhadap rencana pembukaan trayek tersebut.
Selain itu, rapat juga dihadiri oleh Kepala Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan, Kepala Kantor BKK Kelas II Tembilahan, Komandan Pos TNI AL Tg. Datuk Tembilahan, perwakilan Lantamal I Belawan, Kepala Sat Polairud Polres Indragiri Hilir, Kepala KSKP Tembilahan, serta agen kapal dan pemilik kapal yang akan mengoperasikan trayek penumpang.
Dalam keterangannya, Feriland Saragih menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan menyamakan persepsi antarinstansi terkait kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan, aspek keamanan, serta prosedur pelayanan penumpang. “Pembukaan trayek kapal penumpang harus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jasa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa KSOP berperan sebagai koordinator teknis pelayaran, sehingga setiap tahapan, mulai dari kesiapan kapal, kelengkapan dokumen, hingga pengawasan operasional, wajib memenuhi standar yang ditetapkan. Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama agar trayek yang direncanakan dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Para peserta rapat turut memberikan masukan terkait pengaturan lalu lintas kapal, pengamanan wilayah perairan, serta dukungan pelayanan kepabeanan, keimigrasian, dan karantina. Masukan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan sekaligus memperlancar arus penumpang saat trayek resmi dibuka.
Feriland berharap hasil rapat ini dapat menghasilkan kesepakatan bersama yang menjadi dasar pengambilan keputusan selanjutnya. “Dengan komitmen dan kerja sama seluruh pihak, kami optimistis rencana pembukaan trayek kapal penumpang di Tembilahan dapat segera direalisasikan demi mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.