PEKANBARU — Proses seleksi calon kepala sekolah (kepsek) SMA dan SMK negeri di Provinsi Riau terus berjalan. Dari sekitar 9 ribu pendaftar yang mengikuti seleksi sejak awal, hingga hari ini, Selasa (3/2/2025), tersisa 500 peserta yang masih bersaing memperebutkan 69 jabatan kepala sekolah.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme para guru dan tenaga pendidik yang mengikuti seleksi.
Menurutnya, besarnya jumlah pendaftar menunjukkan semangat dan komitmen insan pendidikan untuk berkontribusi lebih besar bagi kemajuan sekolah di Riau.
“Kita apresiasi peminatnya sangat banyak. Dari sekitar 9 ribu pendaftar yang memenuhi syarat administrasi, proses seleksi terus berjalan. Per hari ini, peserta yang masih mengikuti seleksi tersisa sekitar 500 orang lagi,” ujar Syahrial, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara bertahap dan objektif melalui sistem yang telah ditetapkan. Jumlah peserta akan terus diseleksi hingga diperoleh calon-calon terbaik yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
“Prosesnya semua melalui sistem. Nanti ketika sudah tinggal tiga besar, bisa saja ada tahapan wawancara. Tapi kita masih menunggu arahan pimpinan. Yang jelas, seleksinya sampai saat ini masih berjalan, dan semua tahapan dilakukan secara transparan dan kredibel," jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau telah menyelesaikan tahapan verifikasi berkas pendaftaran calon kepala sekolah yang berlangsung hingga 30 Januari 2026.
Untuk memastikan proses berjalan bersih dan berintegritas, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara khusus meminta Sekdaprov Riau untuk mengawasi seluruh tahapan seleksi dan mengingatkan jajaran agar bekerja secara profesional.
“Saya sudah minta Sekda untuk mengingatkan jajarannya agar bekerja dengan baik dan menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung,” tegas SF Hariyanto.
Plt Gubernur Riau juga mengimbau seluruh peserta seleksi agar tidak mudah percaya kepada oknum atau pihak yang menjanjikan kelulusan dengan cara tidak benar.
“Jangan percaya calo-calo yang mengaku tim ini atau tim itu. Tidak ada itu. Bekerjalah dengan baik dan benar, pimpinan pasti punya penilaian,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Riau membuka ruang bagi peserta maupun masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan indikasi praktik yang tidak sesuai aturan selama proses seleksi berlangsung.
“Kalau ada yang macam-macam, silakan laporkan. Identitas pelapor akan kami jaga. Insyaallah kalau kita bekerja dengan baik, semuanya akan berjalan dengan tenang,” tutupnya.