Sekretaris Dinas Pertanian Inhil Paparkan Strategi Ketahanan Pangan di Forum Konsultasi Publik RKPD 2027

Sekretaris Dinas Pertanian Inhil Paparkan Strategi Ketahanan Pangan di Forum Konsultasi Publik RKPD 2027
Medsos H. Herman

Tembilahan – Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Benny Murdhani, SP., MMA, memaparkan arah kebijakan pembangunan sektor pertanian dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2027. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Indragiri Hilir, Herman, di Aula Kantor Bappeda, Rabu (18/2/2026).

Dalam forum strategis tersebut, Benny Murdhani mewakili Kepala Dinas Pertanian menjawab pertanyaan dari tokoh masyarakat R.M Sudinoto, SP, MM, terkait persoalan benih padi dan penanganan pasca panen. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah ke depan.

Benny menjelaskan bahwa rencana pembangunan pertanian Kabupaten Indragiri Hilir disusun dalam empat kategori utama. Pertama, peningkatan ketahanan pangan sebagai fondasi utama menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.

Kedua, peningkatan produksi pangan dan komoditas pertanian unggulan daerah. Menurutnya, produktivitas pertanian harus terus ditingkatkan melalui optimalisasi lahan serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
Ketiga, peningkatan nilai tambah bagi petani. Benny menekankan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen semata, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan petani melalui pengolahan hasil dan penguatan akses pasar.

Keempat, peningkatan kinerja internal Dinas Pertanian itu sendiri. Ia menyampaikan bahwa reformasi tata kelola, pelayanan, serta efektivitas program menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Benny juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 pihaknya telah menganggarkan program karung beras Inhil untuk 200 ton beras. Beras tersebut akan diserahkan kepada penggilingan yang telah memiliki izin edar agar produk beras lokal memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Langkah tersebut, lanjutnya, bertujuan agar beras produksi petani Inhil memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar serta memiliki standar mutu yang terjamin. Dengan demikian, identitas beras lokal Inhil dapat semakin dikenal dan dipercaya masyarakat luas.

Terkait bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), Benny menjelaskan bahwa dalam program optimasi lahan terdapat bantuan dari pemerintah pusat berupa 70 unit combine harvester. Menurutnya, penggunaan combine harvester jauh lebih efektif dibandingkan power thresher dalam proses pengolahan hasil panen karena mampu mempercepat dan meminimalkan kehilangan hasil.

Melalui forum tersebut, Benny Murdhani berharap seluruh masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan penyempurnaan kebijakan sektor pertanian dalam RKPD 2027. Ia menegaskan komitmen Dinas Pertanian untuk terus mendorong ketahanan pangan, peningkatan produksi, serta kesejahteraan petani sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index