BATU BARA,- Pemerintah Kabupaten Batu Bara bersama Kepolisian Resor (Polres) Batu Bara resmi memulai rangkaian Operasi Ketupat Toba 2026. Langkah ini diambil menyusul adanya estimasi pergerakan massa dalam skala masif selama periode mudik Lebaran 1447 H. Apel gelar pasukan yang berlangsung di lapangan Mapolres Batu Bara, Kamis, 12 Maret 2026, menjadi penanda dimulainya pengamanan serentak di wilayah tersebut.
Dalam apel yang dipimpin oleh Bupati Batu Bara H. Baharudin Siagian bersama Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson H. H. Nainggolan, ditekankan bahwa aspek sinergisitas menjadi kunci utama dalam memitigasi risiko di lapangan.
Data survei Kementerian Perhubungan RI menunjukkan angka yang signifikan: potensi pergerakan masyarakat pada lebaran tahun ini mencapai 143,9 juta orang. Meski angka ini mencatat penurunan tipis sebesar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah daerah dan kepolisian tidak ingin gegabah.
"Kami tetap mengantisipasi peningkatan realisasi di lapangan," ujar Bupati
Baharudin Siagian saat membacakan amanat Kapolri.
Potensi lonjakan ini didorong oleh berbagai stimulus kebijakan pemerintah, seperti diskon tarif tol dan kemudahan pada transportasi umum, yang diprediksi akan mengubah pola perjalanan pemudik.
Sinergi Lintas Sektor
Operasi Ketupat Toba 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Untuk memantau pergerakan tersebut, Polri telah menyiapkan 2.746 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu yang tersebar secara nasional.
Di wilayah Batu Bara, pengamanan tidak hanya difokuskan pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap 185.607 objek vital di seluruh Indonesia—meliputi rumah ibadah, pusat perbelanjaan, hingga simpul transportasi.
Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson H. H. Nainggolan, S.H.,M.H., menyatakan bahwa keterlibatan personel gabungan—mulai dari unsur TNI (Kodim 0208 Asahan dan Yonif 126 Kala Cakti), Dinas Perhubungan, hingga instansi kesehatan—adalah upaya untuk menjamin keamanan yang bersifat komprehensif.
Prediksi Puncak Arus
Berdasarkan koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diantisipasi akan memadati jalur utama pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Hingga apel berakhir pada pukul 17.00 WIB, situasi di wilayah hukum Polres Batu Bara dilaporkan tetap stabil. Fokus kini beralih pada kesiapan personel di lapangan dalam menghadapi dinamika arus mudik yang diperkirakan akan mulai meningkat dalam hitungan jam ke depan.
Sumber : Kasi Humas Polres Batu Bara
Jurnalis :/Boys-3