Setelah Puluhan Tahun Tenggelam dalam Gelap, Dusun Parit Bunga Akhirnya Diselimuti Cahaya Listrik

Setelah Puluhan Tahun Tenggelam dalam Gelap, Dusun Parit Bunga Akhirnya Diselimuti Cahaya Listrik
Foto sumber :trans7riau.com

Keritang - Penantian panjang masyarakat Dusun Parit Bunga Ujung, Desa Pasar Kembang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir akhirnya pecah seperti fajar yang menembus malam tanpa ujung. Selama puluhan tahun dusun itu seolah tenggelam dalam lautan gelap, namun kini cahaya listrik dari PT PLN (Persero) resmi menyala dan menyelimuti rumah-rumah warga dengan terang yang terasa seperti siang di tengah malam.

Momen bersejarah ini terjadi melalui Program Listrik Desa (ABT 2025) yang berada di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Saat saklar listrik pertama dinyalakan, suasana dusun berubah dramatis—tangis haru, pelukan bahagia, dan sujud syukur seakan mengguncang seluruh penjuru kampung yang selama ini lama bersahabat dengan kegelapan.

Di balik cahaya yang kini menyala terang, terdapat perjuangan panjang yang tak kenal lelah dari Kepala Desa Pasar Kembang, Syahrur Wardi. Ia disebut warga sebagai sosok yang mengetuk pintu demi pintu instansi, menembus segala hambatan, bahkan seolah menantang gunung kesulitan demi membawa listrik hingga ke ujung desa mereka.

Seorang perwakilan warga mengungkapkan rasa haru yang begitu dalam. Menurutnya, hari itu terasa seperti hari kemenangan yang telah lama dinanti. Setelah melalui perjalanan yang terasa sepanjang samudra perjuangan, akhirnya cahaya listrik benar-benar hadir dan menyinari kehidupan masyarakat yang selama ini hanya diterangi lampu seadanya

Keberhasilan ini juga lahir dari sinergi lintas sektor antara pemerintah desa dan jajaran PLN. Berbagai unit seperti PLN UP2K Riau, PLN UP3 Rengat, hingga PLN ULP Kuala Enok bahu-membahu bekerja tanpa henti, membentangkan jaringan listrik yang terasa seperti urat nadi baru bagi kehidupan dusun tersebut.

Masuknya listrik ke Dusun Parit Bunga diperkirakan akan mengubah wajah desa secara drastis. Di bidang pendidikan, anak-anak yang dulu belajar di bawah cahaya redup lampu teplok kini bisa menatap buku dan layar dengan terang yang seakan membuka jendela dunia yang lebih luas.

Dari sisi ekonomi, peluang usaha masyarakat pun diprediksi akan melesat. UMKM desa yang selama ini berjalan dengan keterbatasan kini dapat memanfaatkan mesin bertenaga listrik, membuat aktivitas ekonomi seolah melaju secepat kilat dibandingkan sebelumnya.

Dengan menyala terangnya listrik di tahun 2026 ini, Desa Pasar Kembang menatap masa depan dengan penuh optimisme. Bagi warga, listrik bukan sekadar cahaya lampu di malam hari, melainkan cahaya harapan yang terasa seterang mentari—mengangkat martabat mereka agar sejajar dengan masyarakat di kota.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index