Batang Tuaka, - Dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Batang Tuaka, Babinsa Koramil 12/Btk, Serda Siswanto, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan patroli karhutla di Desa Simpang Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Kegiatan berlangsung pada Kamis pagi, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 12.00 WIB, dengan melibatkan personel gabungan dari unsur TNI dan masyarakat setempat kamis (02/04)
Desa Simpang Jaya diketahui memiliki lahan gambut dan semak belukar yang rawan terbakar, terutama saat musim kemarau. Oleh karena itu, Serda Siswanto secara rutin melakukan patroli dan pendekatan edukatif kepada warga. Kegiatan ini merupakan bagian dari perintah harian Komandan Kodim 0314/Inhil untuk mengintensifkan pencegahan karhutla di seluruh jajaran Koramil, mengingat kabupaten Inhil merupakan salah satu daerah rawan karhutla di Provinsi Riau.
Sosialisasi dimulai pukul 10.00 WIB dengan mengumpulkan warga di titik pertemuan sekitar pemukiman. Serda Siswanto menyampaikan materi tentang bahaya asap akibat karhutla terhadap kesehatan, kerugian ekonomi, serta sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan. Ia juga mengajak warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan melaporkan jika melihat titik api. Edukasi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat.
Setelah sosialisasi, Serda Siswanto bersama dua orang warga melakukan patroli ke area lahan yang rawan. Mereka menyusuri beberapa titik yang sebelumnya pernah terjadi kebakaran atau ditemukan puntung rokok serta sisa pembakaran sampah. Patroli ini bertujuan untuk mendeteksi dini adanya potensi api, sekaligus memastikan bahwa tidak ada aktivitas ilegal berupa pembakaran lahan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan laporan, titik lokasi patroli berada pada koordinat -0°15'57,19366" Lintang Selatan dan 103°11'10,29834" Bujur Timur. Di sekitar koordinat tersebut, kondisi lahan masih cukup lembab karena beberapa hari sebelumnya terjadi hujan ringan. Namun, Serda Siswanto tetap mengingatkan bahwa kewaspadaan tidak boleh kendor, karena cuaca dapat berubah cepat dan lahan gambut mudah menyala jika terkena percikan api.
Personel gabungan yang dikerahkan terdiri dari satu orang TNI (Serda Siswanto) dan dua orang warga Desa Simpang Jaya. Keterlibatan warga ini sangat penting karena merekalah yang setiap hari berinteraksi dengan lahan. Kedua warga tersebut juga dibekali pengetahuan cara memadamkan api skala kecil dan nomor darurat yang dapat dihubungi jika terjadi kebakaran. Dengan sistem gotong royong, diharapkan respons terhadap karhutla menjadi lebih cepat.
Selama patroli berlangsung, tidak ditemukan titik api atau kepulan asap yang mengindikasikan kebakaran. Serda Siswanto juga mencatat bahwa kesadaran warga Desa Simpang Jaya mulai meningkat, terbukti dari antusiasme mereka mengikuti sosialisasi dan beberapa warga yang secara sukarela ikut memantau lahan di sekitar rumah masing-masing. Namun, masih ditemukan satu lokasi bekas pembakaran sampah yang tidak sempurna, sehingga langsung diberikan edukasi agar ke depannya tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Serda Siswanto berharap kegiatan patroli dan sosialisasi seperti ini dapat terus berlanjut secara berkala, tidak hanya saat musim kemarau tetapi juga sepanjang tahun. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Desa Simpang Jaya. Dandim 0314/Inhil melalui laporan ini diharapkan dapat memberikan arahan lebih lanjut untuk peningkatan program pencegahan karhutla di wilayah Koramil 12/Btk, khususnya di desa-desa yang masih memiliki tingkat kerawanan tinggi.