PULAU BURUNG – Dalam upaya mendukung kelestarian lingkungan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pulau Burung menggelar kegiatan green policing yang berlangsung di sejumlah pekarangan rumah warga setempat, Rabu (08/04/2026). Personil polsek terlihat aktif bersama masyarakat menanam berbagai jenis pohon produktif dan pelindung, seperti ketapang, mahoni, dan trembesi. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Polri dalam menjaga keseimbangan alam dan menciptakan lingkungan yang asri.
Kapolsek Pulau Burung, AKP Dr. Irwanto, SH., MH., secara langsung memimpin aksi penghijauan tersebut. Dalam sambutannya di sela-sela penanaman, beliau menyampaikan filosofi mendalam tentang makna menanam pohon. "Menanam pohon berarti memberikan tubuh dan kehidupan pada impian seseorang tentang dunia yang lebih baik. Ini bukan sekadar menancapkan bibit ke tanah, melainkan investasi kebaikan bagi generasi mendatang," ujar AKP Dr. Irwanto dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan bahwa program green policing ini merupakan terobosan dalam pendekatan kepolisian yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pelestarian fungsi lingkungan hidup. Menurutnya, pohon memiliki peran ganda, yakni secara ekologis menyerap karbon dan menghasilkan oksigen, serta secara sosial menjadi simbol harapan dan kebersamaan. "Pohon tak hanya meneduhkan, tapi juga menyimpan kenangan untuk masa depan. Ketika suatu saat nanti anak-cucu kita berlindung di bawah rindangnya pohon ini, mereka akan ingat bahwa hari ini kita bersama-sama berbuat sesuatu," tambah perwira berpangkat AKP tersebut.
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan melibatkan sepuluh personil Polsek Pulau Burung serta puluhan warga dari tiga RT di sekitar wilayah hukum polsek. Bibit pohon yang ditanam berasal dari hasil swadaya personil dan sumbangan dari Dinas Lingkungan Hidup setempat. Setiap bibit ditanam dengan jarak yang telah diatur agar tidak mengganggu bangunan dan utilitas rumah warga, serta diberikan pupuk organik untuk memastikan pertumbuhan yang optimal. Warga tampak antusias membantu menggali lubang, menanam, hingga menyiram bibit bersama-sama.
AKP Dr. Irwanto, SH., MH., yang memiliki latar belakang pendidikan doktor di bidang hukum lingkungan, menekankan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya ruang terbuka hijau di kawasan pemukiman. "Pekarangan rumah yang selama ini kosong atau hanya ditanami semak belukar, kini kita sulap menjadi lahan produktif. Selain menahan erosi dan mengurangi resiko banjir, pohon-pohon ini kelak bisa menjadi paru-paru kampung," jelasnya. Beliau juga mengingatkan bahwa Polsek Pulau Burung akan terus melakukan pendampingan dan perawatan rutin terhadap bibit-bibit yang telah ditanam.
Salah seorang warga bernama Ibu Siti Rohmah (45) mengaku senang dan merasa lebih aman dengan kehadiran polisi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan. "Kami sangat terbantu. Biasanya polisi datang kalau ada masalah, sekarang mereka datang membawa bibit pohon dan menanam bersama kami. Ini membuat hubungan kami dengan bapak-bapak polisi semakin dekat," ujarnya sambil tersenyum. Warga lainnya, Bapak Hasan (50), berharap kegiatan seperti ini tidak hanya sekali, tetapi menjadi program rutin Polsek Pulau Burung.
Di akhir kegiatan, Kapolsek Pulau Burung menegaskan bahwa green policing akan terus dikembangkan ke sektor-sektor lain, seperti penanaman pohon di bantaran sungai, lahan kritis, dan area publik lainnya. "Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga pohon-pohon yang sudah ditanam. Jangan hanya ditanam lalu dilupakan. Rawat, siram, dan pelihara, karena dari pohon inilah masa depan kita bertumpu," pesan AKP Dr. Irwanto, SH., MH.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kawasan Pulau Burung menjadi lebih hijau, sejuk, dan nyaman untuk ditinggali. Polsek Pulau Burung pun berkomitmen untuk terus mengintegrasikan misi pelestarian lingkungan dalam setiap kegiatan kewilayahan, sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat dan alam semesta. (*)