Harga TBS Sawit Mitra Swadaya di Riau Kembali Naik, Tembus Rp4.088/Kg

Harga TBS Sawit Mitra Swadaya di Riau Kembali Naik, Tembus Rp4.088/Kg
Ilustrasi

PEKANBARU – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan pada periode 15–21 April 2026. Kenaikan ini diputuskan dalam rapat penetapan harga yang digelar pada 14 April 2026.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, mengatakan penetapan harga minggu ke-12 tahun 2026 tersebut telah mengacu pada regulasi terbaru.

“Penetapan harga TBS kelapa sawit minggu ke-12 tahun 2026 (periode 15–21 April 2026) telah menggunakan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penetapan harga kini menggunakan rentang umur tanaman 3 hingga 30 tahun berdasarkan tabel rendemen terbaru hasil kajian PPKS Medan yang disepakati tim.

Dari hasil rapat, kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp81,03 per kilogram atau naik sekitar 2,02 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Sehingga harga pembelian TBS kelapa sawit petani mitra swadaya di Riau untuk periode satu minggu ke depan naik menjadi Rp4.088,09/Kg dan berlaku untuk periode satu minggu ke depan, dengan harga cangkang sebesar Rp19,07/Kg,” jelasnya, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, kenaikan harga TBS kali ini dipengaruhi oleh naiknya harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel secara bersamaan.

“Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 92,76 persen, harga penjualan CPO minggu ini naik sebesar Rp197,16/kg dan kernel minggu ini naik sebesar Rp840,32/kg dari minggu lalu,” ungkapnya.

Dalam penetapan harga, terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan. Oleh karena itu, sesuai ketentuan, digunakan harga rata-rata tim maupun acuan KPBN.

“Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN,” paparnya.

Ia merinci, harga rata-rata CPO KPBN periode ini sebesar Rp16.235,50 per kilogram dan kernel Rp16.128,00 per kilogram.

Lebih lanjut, Defris menegaskan bahwa perbaikan tata kelola penetapan harga terus dilakukan agar sesuai regulasi dan memberikan keadilan bagi petani dan perusahaan mitra.

“Dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau, Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan tim penetapan harga selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra,” tegasnya.

Ia menambahkan, komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan yang didukung Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Adapun harga TBS tertinggi untuk umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp4.088,09/Kg, sementara untuk kelompok umur lainnya berada pada kisaran Rp3.170,97 hingga Rp4.047,87 per kilogram, tergantung usia tanaman.

Berikut Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Swadaya Provinsi Riau Periode 15 - 21 April 2026  :

Umur 3 Th (Rp 3.170,97 );

Umur 4 Th (Rp 3.532,73 );

Umur 5 Th (Rp 3.787,00 );

Umur 6 Th (Rp 3.931,71 );

Umur 7 Th (Rp 4.020,99 );

Umur 8 Th (Rp 4.069,21 );

Umur 9 Th (Rp 4.088,09 );

Umur 10-20 Th (Rp 4.047,87 );

Umur 21 Th (Rp 3.981,93 );

Umur 22 Th (Rp 3.905,33 );

Umur 23 Th (Rp 3.818,22 );

Umur 24 Th (Rp 3.752,10 );

Umur 25 Th (Rp 3.698,05 );

Umur 26 Th (Rp 3.678,51 );

Umur 27 Th (Rp 3.648,50 );

Umur 28 Th (Rp 3.591,44 );

Umur 29 Th (Rp 3.549,37 );

Umur 30 Th (Rp 3.453,19 );

Indeks K : 92,76 % 

BOTL : 0,52 % 

Harga CPO Rp/Kg 16.199,64 

Harga Kernel Rp/Kg 16.679,00.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index