Bea Cukai Tembilahan Catat Kinerja Spektakuler di Triwulan I 2026, Penerimaan Capai 144,4%

Bea Cukai Tembilahan Catat Kinerja Spektakuler di Triwulan I 2026, Penerimaan Capai 144,4%

Tembilahan - Kantor Bea Cukai Tembilahan menutup kinerja awal tahun 2026 dengan torehan prestasi yang sangat membanggakan. Berdasarkan laporan capaian kinerja hingga 31 Maret 2026, instansi ini berhasil melampaui target penerimaan negara yang ditetapkan untuk Triwulan I. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh dan kepercayaan seluruh stakeholders yang telah bersinergi bersama Bea Cukai Tembilahan dalam menjalankan tugas dan fungsi kepabeanan serta cukai di wilayah kerjanya.

Secara total, realisasi penerimaan negara mencapai angka Rp9.993.881.000, jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp6.922.255.512. Capaian ini setara dengan persentase keberhasilan sebesar 144,4%. Kontribusi penerimaan tersebut berasal dari berbagai pos pendapatan, meliputi Bea Masuk sebesar Rp5.503.046.000, Bea Keluar sebesar Rp4.149.652.000, serta penerimaan dari sektor Cukai sebesar Rp267.086.000 dan Denda administrasi sebesar Rp272.124.000. Angka positif ini menjadi indikator kuat bagi kesehatan perdagangan dan kepatuhan pelaku usaha di wilayah Indragiri Hilir.

Di sisi pengawasan, Bea Cukai Tembilahan juga menunjukkan ketegasan dalam melindungi masyarakat dan negara dari arus barang ilegal. Selama periode Januari hingga Maret 2026, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan rokok ilegal sebanyak 795.680 batang dan Minyak Mentah Eceran (MME) ilegal sebanyak 1.105,46 liter. Selain itu, petugas juga mengamankan barang elektronik sebanyak 24 Pieces dan berbagai barang lainnya sebanyak 21 Pieces yang masuk secara tidak sah melalui jalur-jalur rawan penyelundupan.

Upaya penindakan tegas terhadap barang ilegal ini memberikan dampak signifikan bagi keuangan negara. Total nilai barang hasil penindakan mencapai Rp1.334.236.800. Lebih importantly, tindakan preventif dan represif ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp644.540.155. Keberhasilan ini membuktikan bahwa strategi pengawasan yang diterapkan, baik melalui intelijen maupun patroli rutin, berjalan efektif dalam membentangi pintu-pintu masuk ilegal di wilayah pesisir Tembilahan.

Tidak hanya berfokus pada aspek penerimaan dan pengawasan, Bea Cukai Tembilahan juga terus mengoptimalkan peranannya dalam memfasilitasi perdagangan (trade facilitation). Hingga akhir Triwulan I, nilai devisa yang tercatat mencapai Rp355.493.502.640, yang mencerminkan tingginya aktivitas ekspor-impor di wilayah tersebut. Fasilitas kepabeanan juga diberikan secara maksimal untuk mendukung iklim usaha, berupa penangguhan Bea Masuk Modal (MM) sebesar Rp18.332.667.710 dan Bea Masuk Atas Dasar Averaging (BMAD) sebesar Rp2.753.899.066.

Dukungan terhadap likuiditas perusahaan juga diwujudkan melalui fasilitas perpajakan yang tidak dipungut saat impor. Tercatat, Pajak Penghasilan (PPh) yang tidak dipungut mencapai Rp9.463.154.989, sedangkan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) yang tidak dipungut mencapai angka signifikan sebesar Rp41.424.677.820. Fasilitas-fasilitas ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan mengurangi beban biaya logistik dan modal bagi para importir dan industri di kawasan Tembilahan.

Menanggapi capaian luar biasa ini, Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak. "Hasil kinerja Triwulan I tahun 2026 ini menjadi motivasi besar bagi kami. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan seluruh stakeholders. Sinergi yang terbangun baik dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun pelaku usaha adalah kunci utama dari keberhasilan ini," ujar Eko Budi Setiawan. Ia menegaskan bahwa angka 144,4% bukan titik akhir, melainkan pemicu untuk bekerja lebih keras.

Bea Cukai Tembilahan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat sistem pengawasan secara berkelanjutan. Eko Budi Setiawan menambahkan, "Kami akan senantiasa mengoptimalkan penerimaan dan pemberian fasilitas kepabeanan demi mewujudkan pelayanan yang semakin prima. Target kami adalah menciptakan ekosistem kepabeanan yang bersih, efisien, dan mampu mendukung perekonomian daerah sekaligus menjaga kedaulatan negara dari ancaman barang ilegal." Dengan semangat baru ini, Bea Cukai Tembilahan siap menghadapi tantangan di triwulan-triwulan berikutnya untuk mencetak kinerja yang lebih baik lagi.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index