Batang Tuaka – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan, Babinsa Desa Sungai Raya, Serka Hepi Martison dari Koramil 12/Batang Tuaka, melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan Rabu (22/04)
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu pagi pukul 10.00 WIB ini menyasar titik rawan di koordinat -0.27033531S, 103.03140891E, yang merupakan area strategis di tapal batas wilayah Kecamatan Batang Tuaka. Langkah ini diambil sebagai respons preventif menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Kegiatan ini melibatkan sinergi antara aparat TNI dan masyarakat setempat, dengan rincian personel sebanyak satu anggota TNI dan tiga warga masyarakat yang bergabung dalam tim patroli gabungan. Kehadiran elemen masyarakat dalam patroli ini menunjukkan tingginya kesadaran warga Desa Sungai Raya akan pentingnya menjaga lingkungan mereka dari ancaman api. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pendekatan persuasif dan partisipatif yang dibangun oleh Babinsa selama ini telah membuahkan hasil nyata dalam membentuk komunitas yang peduli terhadap keselamatan bersama.
Dalam pelaksanaannya, Serka Hepi Martison tidak hanya melakukan pemantauan fisik ke lapangan, tetapi juga menyampaikan edukasi mendalam kepada warga mengenai bahaya karhutla. Ia menjelaskan dampak serius yang ditimbulkan oleh kebakaran, mulai dari gangguan kesehatan akibat asap, kerusakan ekosistem, hingga kerugian ekonomi yang dapat melumpuhkan mata pencaharian penduduk setempat. Pesan-pesan kunci ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga masyarakat dapat mengerti urgensi untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di area dekat tapal batas yang rawan konflik atau kesalahpahaman.
Fokus utama dari kegiatan kali ini adalah memperkuat kondusifitas wilayah tapal batas. Area perbatasan seringkali menjadi titik rawan tidak hanya karena faktor alam, tetapi juga potensi gesekan sosial jika terjadi insiden lintas wilayah. Dengan adanya patroli rutin dan sosialisasi yang intensif, Babinsa berharap dapat meminimalisir segala bentuk gangguan yang dapat memicu ketidakstabilan. Keberadaan TNI di garis depan ini berfungsi ganda, yaitu sebagai pencegah bencana alam dan sekaligus penjaga perdamaian di wilayah perbatasan.
Serka Hepi Martison menekankan bahwa menjaga wilayah tapal batas agar tetap kondusif adalah tanggung jawab bersama. Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para petani dan pemilik lahan, untuk lebih bijak dalam mengelola lahan pertanian. Alternatif pembukaan lahan tanpa bakar terus digencarkan sosialisasinya, didukung oleh penyuluhan teknis sederhana yang dapat diterapkan oleh warga. Komitmen Babinsa Sungai Raya ini sejalan dengan program pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hilir yang menargetkan zero accident terkait karhutla pada tahun 2026.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat mengikuti arahan Babinsa. Tiga warga yang turut serta dalam patroli menyatakan siap menjadi mata dan telinga bagi aparat keamanan di desa mereka. Mereka berkomitmen untuk segera melaporkan jika menemukan titik panas atau aktivitas mencurigakan di area perbatasan. Spirit gotong royong ini menjadi modal sosial yang kuat bagi Desa Sungai Raya untuk membangun pertahanan lingkungan yang tangguh, sekaligus mempererat hubungan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Ke depan, Koramil 12/Batang Tuaka berencana akan meningkatkan frekuensi patroli gabungan di sepanjang garis tapal batas Desa Sungai Raya. Strategi ini dirancang untuk menciptakan efek jera bagi oknum-oknum yang masih nekat membakar lahan, serta memberikan rasa aman bagi warga yang beraktivitas di dekat perbatasan. Dengan koordinasi yang erat antara Babinsa, perangkat desa, dan tokoh masyarakat, diharapkan wilayah ini dapat terjaga dari bencana karhutla dan tetap steriel dari gangguan keamanan lainnya.
Melalui langkah konkret yang dilakukan pada hari ini, Serka Hepi Martison telah memberikan contoh nyata peran Babinsa sebagai agen perubahan di tingkat desa. Upaya menjaga kondusifitas wilayah tapal batas melalui pencegahan karhutla bukan sekadar tugas rutin, melainkan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan dan harmoni sosial. Dengan semangat kebersamaan dan kewaspadaan tinggi, Desa Sungai Raya optimis dapat melewati musim kemarau tahun ini dengan aman, damai, dan produktif.