Waspada Blind Spot dan Utamakan Safe Zone, Pelindo Tembilahan Perketat Protokol Keselamatan Kerja

Waspada Blind Spot dan Utamakan Safe Zone, Pelindo Tembilahan Perketat Protokol Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja di area operasional pelabuhan kembali menjadi sorotan utama bagi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 Tembilahan. Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang nol kecelakaan (zero accident), manajemen secara gencar mengedukasi seluruh pekerja, mitra, dan pengguna jasa mengenai bahaya tersembunyi di sekitar alat berat. Fokus utama dari kampanye keselamatan terbaru ini adalah pemahaman mendalam mengenai blind spot atau titik buta kendaraan serta pentingnya selalu berada di safe zone atau zona aman selama beraktivitas di dermaga.

General Manager Pelindo Regional 1 Tembilahan, Riky Armadi, menegaskan bahwa keselamatan kerja bukan sekadar aturan tertulis, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus dihidupi setiap detik. Menurutnya, karakteristik operasional pelabuhan yang melibatkan interaksi intens antara manusia dan mesin berat menuntut kewaspadaan ekstra. "Setiap langkah kerja harus dimulai dengan rasa aman. Jika kita abai terhadap posisi kita di sekitar alat berat, risiko kecelakaan fatal bisa terjadi kapan saja," ujar Riky dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).

Riky Armadi menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan blind spot. Ini adalah area di sekeliling kendaraan berat, seperti truk kontainer, forklift, maupun crane, yang tidak dapat dilihat oleh operator meskipun mereka sudah menggunakan kaca spion. Area ini biasanya terletak di bagian depan yang terlalu dekat, sisi samping kanan-kiri, dan terutama di bagian belakang kendaraan. "Operator sehebat apapun memiliki keterbatasan pandangan. Masuk ke area ini sama saja dengan bermain nyawa karena pengemudi tidak akan menyadari keberadaan Anda," tegas Riky.

Sebagai solusi mitigasi, Riky mewajibkan seluruh personel untuk selalu memposisikan diri di safe zone. Zona aman ini didefinisikan sebagai area di mana pekerja masih dapat terlihat jelas oleh operator alat berat dan memiliki jarak yang cukup untuk bereaksi jika kendaraan bergerak mendadak. "Pastikan Anda selalu terlihat oleh operator. Jangan pernah berasumsi bahwa pengemudi sudah melihat Anda. Kuncinya adalah kontak visual dan menjaga jarak aman yang standar," imbuhnya seraya menekankan bahwa prosedur ini berlaku untuk semua tingkat jabatan.

Himbauan ini juga mencakup larangan keras memasuki area yang tidak terjangkau pandangan pengemudi, bahkan sesaat pun. Pelindo Tembilahan telah memasang rambu-rambu visual dan garis batas zona aman di berbagai titik krusial di terminal untuk memudahkan identifikasi area berbahaya. Riky menambahkan bahwa teknologi pendukung seperti sensor mundur dan kamera 360 derajat memang telah dipasang pada beberapa unit, namun hal tersebut tidak menggantikan kewaspadaan manusia. "Teknologi adalah bantuan, bukan jaminan mutlak. Kesadaran manusialah benteng pertahanan terakhir," jelasnya.

Lebih lanjut, Riky Armadi mengajak seluruh elemen pekerja untuk membangun budaya saling mengingatkan (safety culture). Jika ada rekan kerja yang ketahuan berdiri di area blind spot, sesama pekerja wajib menegur dan mengarahkannya ke zona aman. "Budaya peduli ini harus tumbuh dari dalam diri. Kita bekerja sebagai sebuah tim, dan keselamatan satu orang adalah keselamatan kita bersama. Tidak ada target bongkar muat yang lebih berharga daripada nyawa manusia," seru Riky dengan nada tegas namun penuh kepedulian.

Langkah proaktif ini merupakan respons atas evaluasi rutin keselamatan kerja yang menunjukkan bahwa sebagian besar insiden near-miss (hampir celaka) di pelabuhan disebabkan oleh kelalaian manusia dalam memposisikan diri. Melalui sosialisasi yang dilakukan secara berulang dan simulasi lapangan, Pelindo berharap kesadaran ini tertanam kuat. Manajemen juga akan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar protokol keselamatan demi menjaga disiplin bersama, namun pendekatan persuasif melalui edukasi tetap menjadi prioritas utama.

Riky Armadi kembali mengingatkan bahwa tujuan akhir dari seluruh aktivitas di pelabuhan adalah pulang ke rumah dengan selamat kepada keluarga. "Utamakan keselamatan, karena setiap langkah kerja harus dimulai dengan rasa aman. Mari kita jadikan Pelindo Tembilahan sebagai contoh pelabuhan yang tidak hanya produktif, tetapi juga sangat peduli pada nyawa setiap pekerjanya," pungkasnya. Dengan komitmen bersama memahami blind spot dan disiplin di safe zone, diharapkan angka kecelakaan kerja dapat ditekan hingga nol persen.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index