Pulau Burung – Dalam upaya menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan, Babinsa Koramil 11/Pulau Burung, Serda Ahmad Feri, melaksanakan kegiatan patroli tapal batas di wilayah Desa Sri Danai Jaya, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 29 April 2026, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Patroli ini merupakan bagian dari tugas rutin TNI dalam memastikan stabilitas keamanan di daerah strategis, khususnya di kawasan yang berbatasan langsung dengan wilayah lain.
Kegiatan patroli kali ini difokuskan pada titik koordinat 0°25'22.4"N 103°21'42.6"E, yang merupakan salah satu titik krusial di garis batas wilayah Desa Sri Danai Jaya. Lokasi ini dipilih karena memiliki potensi kerawanan terhadap aktivitas ilegal lintas batas, seperti penyelundupan atau penebangan liar. Dengan kehadiran personel TNI di lapangan, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang berniat melanggar hukum serta meningkatkan rasa aman bagi masyarakat setempat.
Serda Ahmad Feri tidak bertindak sendiri dalam pelaksanaan tugas ini. Ia mengerahkan personil gabungan yang terdiri dari satu anggota TNI dan tiga orang masyarakat lokal. Keterlibatan warga dalam patroli ini menunjukkan sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan komunitas desa. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting karena mereka memahami kondisi geografis dan dinamika sosial di wilayahnya, sehingga dapat membantu mendeteksi adanya kejanggalan lebih dini.
Selama patroli berlangsung, Serda Ahmad Feri dan tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik tapal batas, termasuk memastikan bahwa patok-patok batas masih berdiri kokoh dan terlihat jelas. Mereka juga memantau aktivitas di sekitar area tersebut untuk memastikan tidak ada tanda-tanda pelanggaran batas wilayah. Langkah preventif ini bertujuan untuk mencegah sengketa lahan atau klaim sepihak yang sering terjadi di daerah perbatasan.
Dalam sambutannya sebelum memulai patroli, Serda Ahmad Feri menekankan pentingnya kesadaran bersama akan arti penting menjaga keutuhan wilayah negara. "Wilayah perbatasan adalah wajah depan Indonesia. Jika kita abai, maka kedaulatan kita bisa terancam," ujarnya. Pesan ini disampaikan kepada ketiga warga yang bergabung dalam tim patroli, agar mereka dapat menjadi agen informasi bagi tetangga dan keluarga mereka di desa.
Desa Sri Danai Jaya, yang merupakan desa eks transmigrasi di Kecamatan Pulau Burung, memiliki karakteristik geografis yang unik dengan aksesibilitas yang cukup menantang. Kondisi ini memerlukan vigilansi tinggi dari aparat kewilayahan. Koramil 11/Pulau Burung secara konsisten menggelar kegiatan serupa sebagai bentuk komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah pusat maupun daerah terkait pengelolaan wilayah perbatasan yang tertib dan aman.
Hasil dari patroli hari ini menunjukkan bahwa kondisi tapal batas di koordinat tersebut dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan atau kerusakan pada tanda batas wilayah. Namun, Serda Ahmad Feri mengingatkan bahwa kewaspadaan harus tetap dijaga. Ia berencana akan melanjutkan patroli rutin di titik-titik lain di sepanjang garis batas Desa Sri Danai Jaya secara berkala.
Kegiatan patroli tapal batas yang dipimpin oleh Serda Ahmad Feri ini mendapat apresiasi positif dari warga Desa Sri Danai Jaya. Masyarakat merasa lebih tenang knowing bahwa ada aparat yang secara proaktif menjaga lingkungan mereka. Kolaborasi antara Babinsa dan warga ini menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan humanis dan partisipatif dapat memperkuat ketahanan nasional di tingkat akar rumput, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara TNI dan rakyat.