Batang Tuaka – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Babinsa Koramil 12/Batang Tuaka, Sertu Fero.A.Duha, secara proaktif melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus patroli pencegahan Karhutla. Kegiatan ini berlangsung pada Hari Jumat, 8 Mei 2026, tepatnya pukul 10.03 WIB, dengan fokus utama menyisir area rawan di wilayah binaannya. Langkah preventif ini diambil mengingat kondisi cuaca yang mulai kering dan potensi munculnya titik panas atau hotspot di beberapa kawasan.
Lokasi patroli kali ini dipusatkan di Desa Sungai Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir. Sertu Fero memilih area spesifik dengan koordinat 0,2737379" LS dan 103.076246" BT sebagai titik awal pengawasan intensif. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada pemantauan sebelumnya yang mengindikasikan adanya potensi aktivitas pembakaran lahan ilegal atau akumulasi bahan mudah terbakar yang dapat memicu kebakaran besar jika tidak segera ditangani.
Dalam operasionalnya, Sertu Fero.A.Duha tidak bekerja sendirian. Ia mengerahkan personil gabungan yang terdiri dari satu anggota TNI dan tiga orang perwakilan masyarakat setempat. Kolaborasi antara aparat kewilayahan dan warga lokal ini menunjukkan semangat gotong royong yang kuat dalam menjaga keamanan lingkungan. Keterlibatan masyarakat dinilai sangat krusial karena mereka memahami kondisi geografis dan dinamika sosial di desa tersebut sehingga patroli dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Salah satu agenda utama dalam patroli hari ini adalah memburu dan memverifikasi keberadaan titik hotspot yang terdeteksi melalui satelit atau laporan warga. Sertu Fero bersama timnya menyusuri area semak belukar dan lahan gambut di sekitar koordinat target untuk memastikan tidak ada api bawah atau sisa pembakaran yang masih menyala. Deteksi dini terhadap titik panas ini menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran asap dan kebakaran yang sering melanda wilayah Indragiri Hilir setiap musim kemarau.
Selain melakukan penyisiran fisik, Babinsa juga melaksanakan sosialisasi langsung kepada masyarakat yang ditemui di sepanjang jalur patroli. Sertu Fero menyampaikan imbauan tegas mengenai bahaya membakar lahan dan hutan, serta sanksi hukum yang menanti bagi pelakunya. Edukasi ini diberikan dengan pendekatan persuasif namun tegas, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan demi kesehatan bersama dan keberlanjutan ekosistem lokal.
Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat Desa Sungai Junjangan juga berfungsi sebagai sarana komunikasi dua arah. Warga diberi kesempatan untuk melaporkan jika menemukan kejanggalan atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Dengan adanya saluran komunikasi yang terbuka antara TNI dan masyarakat, diharapkan setiap ancaman Karhutla dapat dideteksi sejak dini dan ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Upaya preventif yang dilakukan oleh Koramil 12/Batang Tuaka ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah daerah untuk menekan angka kejadian Karhutla di Provinsi Riau. Sertu Fero.A.Duha menekankan bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan, sehingga kehadiran personel Babinsa di lapangan harus terus dirasakan oleh masyarakat. Patroli rutin seperti ini akan terus dijadwalkan secara berkala, terutama pada masa-masa kritis dimana indeks kualitas udara mulai menurun.
Melalui kegiatan patroli dan sosialisasi di Desa Sungai Junjangan ini, diharapkan dapat tercipta rasa aman dan kesadaran kolektif bagi seluruh lapisan masyarakat. Sinergitas antara Babinsa, perangkat desa, dan warga menjadi benteng pertahanan terdepan melawan ancaman Karhutla. Dengan vigilansi tinggi dan kerjasama yang solid, wilayah Kecamatan Batang Tuaka khususnya Desa Sungai Junjangan dapat terhindar dari bencana asap dan kebakaran lahan, sehingga aktivitas perekonomian dan kehidupan sehari-hari warga dapat berjalan lancar tanpa gangguan.