Babinkamtibmas Polsek Enok Gelar Pemantauan Progres Penanaman Jagung dan Pemasangan Perangkap Tikus di Desa Sungai Ambat

Babinkamtibmas Polsek Enok Gelar Pemantauan Progres Penanaman Jagung dan Pemasangan Perangkap Tikus di Desa Sungai Ambat
Jagung yang diserang hama

Enok  – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional serta menjaga stabilitas ketersediaan pangan di tingkat desa, Bhabinkamtibmas Polsek Enok kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan pendampingan terhadap masyarakat petani. Pada Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 10.00 WIB, personel Polri yang bertindak sebagai Polisi Penggerak, Aiptu Riki Hendra, melaksanakan pemantauan progres pertumbuhan tanaman jagung di Desa Sungai Ambat, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Kegiatan ini berlokasi spesifik di Dusun Murni Parit Pasar, RT 003 RW 002, Desa Sungai Ambat. Lokasi tersebut menjadi fokus perhatian karena merupakan area lahan pertanian seluas 1 hektar yang dikelola oleh Kelompok Tani Desa Sungai Ambat bekerja sama dengan BUMDesa Andesa Jaya Sungai Ambat. Kehadiran anggota Polri di tengah-tengah lahan pertanian ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses tanam hingga perawatan berjalan sesuai rencana dan mendapatkan hasil yang optimal bagi kesejahteraan warga setempat.

Dalam pelaksanaannya, Aiptu Riki Hendra tidak hanya melakukan observasi visual, tetapi juga terlibat aktif dalam bentuk kegiatan pengendalian hama. Bersama para petani, ia melakukan pemasangan perangkap tikus serta menabur racun tikus di area sekitar tanaman. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap ancaman hama yang sering kali menjadi kendala utama dalam budidaya jagung, khususnya pada fase pertumbuhan buah muda yang rentan terhadap serangan hewan pengerat.

Pemantauan juga mencakup pengecekan kondisi fisik tanaman jagung yang saat ini telah memasuki usia pertumbuhan sekitar 75 hari. Tim gabungan antara pihak kepolisian dan kelompok tani melakukan inspeksi menyeluruh untuk memastikan tumbuh kembang bibit jagung tetap sehat. Fokus utama adalah mengidentifikasi dini adanya gangguan biologis atau lingkungan yang dapat menghambat produktivitas panen, sehingga tindakan mitigasi dapat segera dilakukan sebelum kerusakan meluas.

Hasil monitoring di lapangan menemukan fakta bahwa tanaman jagung memang sedang mengalami gangguan dari hama tikus dan tupai. Hama-hama tersebut tercatat aktif memakan buah jagung muda, yang mengakibatkan estimasi kerusakan mencapai sekitar setengah hektar dari total luas lahan tanam. Temuan ini menjadi dasar penting bagi petugas dan petani untuk segera intensifkan upaya perlindungan tanaman agar sisa lahan yang masih sehat dapat diselamatkan dan menghasilkan panen yang berkualitas.

Menanggapi temuan tersebut, upaya pengendalian hama terus digencarkan dengan memasang kembali perangkap dan menabur racun tikus secara strategis, terutama di ketiak buah dan area sekitar tanaman jagung yang padat. Effort kolektif ini mulai menunjukkan hasil positif, di mana beberapa hama tikus dan tupai berhasil tertangkap dalam perangkap yang telah dipasang. Keberhasilan awal ini memberikan harapan baru bagi para petani untuk menekan angka kerugian akibat serangan hama lebih lanjut.

Kapolsek Enok, Iptu Parsaulian Simanjuntak, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri di sektor pertanian merupakan wujud nyata dari peran Bhayangkari Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dalam membangun komunikasi efektif dengan warga. "Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal serta menjaga kestabilan ketersediaan pangan di desa. Kami ingin membangun komunikasi kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan dan mensejahterakan warga," ujar Iptu Parsaulian dalam keterangannya.

Kapolsek Enok menekankan bahwa kegiatan swasembada pangan seperti ini juga berfungsi strategis untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Dengan mendampingi masyarakat dalam pengelolaan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, Polri berupaya hadir sebagai mitra yang solutif bagi permasalahan warga. Melalui sinergi antara aparat keamanan, BUMDesa, dan kelompok tani, diharapkan Desa Sungai Ambat dapat menjadi contoh keberhasilan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Indragiri Hilir.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index