Indragiri Hilir, - Yayasan Mitra Insani (YMI) menggelar peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Pantai Solop, Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (25/7). Mengusung tema "Kolaborasi Masyarakat Pesisir untuk Iklim, Kehidupan, dan Kesejahteraan", kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
Kegiatan yang didukung oleh OCEAN (Ocean Community Empowerment and Nature) dan didanai oleh UK International Development untuk periode 2024-2027 ini diikuti oleh sekitar 165 peserta. Peserta terdiri atas Camat Mandah, 12 kepala desa dampingan Yayasan Mitra Insani, 18 kelompok Community Based Organization (CBO) dampingan Yayasan Mitra Insani, serta masyarakat sekitar Desa Pulau Cawan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pameran produk unggulan masyarakat, pameran infografis profil kelompok masyarakat, serta pameran foto yang mendokumentasikan perjalanan pendampingan Yayasan Mitra Insani bersama kelompok masyarakat dalam menjaga hutan desa dan ekosistem mangrove. Peserta juga mengikuti diskusi bersama kelompok Community Based Organization(CBO) untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan strategi dalam memperkuat pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Setelah sesi diskusi, seluruh peserta menuju lokasi penanaman di kawasan terbuka Pantai Solop. Penanaman 50 bibit mangrove yang dipimpin langsung oleh Camat Mandah Idrus, M.Pd.I., didampingi 12 kepala desa serta perwakilan kelompok masyarakat pengelola hutan desa. Pantai Solop yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata mangrove di Kabupaten Indragiri Hilir dipilih sebagai lokasi penanaman karena memiliki nilai ekologis sekaligus potensi sebagai kawasan edukasi dan wisata berbasis konservasi.
"Penanaman ini dilaksanakan dalam memperingati Hari Mangrove Sedunia. Dengan satu bibit ini nantinya akan tumbuh banyak manfaat,"ujar Idrus.
Pembukaannya Camat Mandah Idrus, M.Pd.I. menyampaikan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kepala Desa Batang Sari, Tairo, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Mangrove Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian mangrove yang menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir.
"Momen Hari Mangrove ini sangat bersejarah sebagai pengingat meningkatkan ekosistem mangrove. Mudah-mudahan dengan adanya momen ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan. Ada kolaborasi yang terus terjaga antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga mangrove," ujar Tairo.
Melalui peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026, Yayasan Mitra Insani berharap kolaborasi yang telah terbangun antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok-kelompok pengelola hutan desa semakin kuat. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan mampu mendorong pengelolaan mangrove yang berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan, memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.