PEKANBARU - Rasa haru bercampur bangga kini dirasakan Sulaiman sang ayah Arifa Rahma Maulydha, putri asal Kabupaten Indragiri Hilir yang terpilih mewakili Provinsi Riau sebagai anggota Paskibraka Nasional. Setelah berbulan-bulan hanya memantau perkembangan putrinya dari kejauhan, Sulaiman akhirnya berada di Jakarta untuk bersiap menyaksikan anak bungsunya menjalankan tugas di Istana Merdeka pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Sulaiman mengatakan sejak mengikuti pemusatan latihan nasional, komunikasi Arifa dengan keluarga sangat terbatas. Sehingga, ia hanya dapat mengikuti perkembangan putrinya melalui kabar dari media sosial.
"Semenjak ikut pemusatan latihan nasional, Arifa dan kami sudah tak ada lagi komunikasi. Jadi saya tidak tahu detail bagaimana latihannya di sana. Cuman kakaknya inikan aktif memantau dia melalui medsos. Lepas juga rindu saya melihat Arifa, apalagi banyak perkembangan yang saya lihat. Seperti badannya itu sudah semakin berisi semenjak pemusatan latihan," kata Sulaiman saat diwawancara Media Center Riau, Sabtu (15/08/2026).
Perubahan fisik tersebut menjadi salah satu tanda yang dapat dilihat keluarga dari jauh. Bagi Sulaiman, perkembangan Arifa menunjukkan bahwa putrinya sedang menjalani proses pembentukan yang positif sebagai bagian dari Paskibraka Nasional.
Ia percaya Arifa mampu mengikuti setiap aturan dan tahapan yang diberikan selama pemusatan latihan, terlebih selama ini sang anak dikenal sebagai sosok yang patuh.
"Kalau saya dan ibuknya ini tahu betul kalau dia itu anaknya manut-manut saja. Jadi apapun itu bentuk latihannya, kami dari sini sudah serahkan ke Allah," ungkapnya.
Harapan terbesar keluarga saat ini bukanlah pencapaian tambahan, melainkan kesehatan dan kelancaran Arifa hingga seluruh rangkaian tugasnya selesai. Sulaiman menyadari bahwa menjadi bagian dari Paskibraka Nasional merupakan amanah yang harus dijalani dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
"Yang penting, selalu diberikan kesehatan dan semoga kegiatannya lancar sampai selesai," lanjutnya.
Setelah berbulan-bulan hanya dapat memantau dari kejauhan, kesempatan untuk melihat Arifa secara langsung akhirnya datang. Sulaiman bersama keluarga kini berada di Jakarta untuk menghadiri momentum bersejarah yang selama ini tidak pernah terbayangkan dalam kehidupannya.
"Ini saya sudah berada dua hari di Jakarta. Kami diundang ke Istana Merdeka untuk menyaksikan Arifa pada 17 Agustus nanti. Momen seperti ini tak pernah ada di pikiran saya, senang dan terharu pastinya," jelasnya.
Perjalanan menuju Jakarta membawa perasaan yang campur aduk bagi keluarga. Ada kebanggaan melihat putri mereka mampu melangkah jauh, tetapi ada pula tangisan haru karena untuk pertama kalinya mereka akan menyaksikan langsung Arifa menjalankan tugas dalam momentum kenegaraan yang sakral.
Bagi keluarga di Indragiri Hilir, kesempatan tersebut menjadi bagian dari cerita yang akan selalu dikenang. Seorang anak petani kini mendapat kepercayaan untuk berdiri bersama putra-putri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
"Semua keluarga dan kawan-kawan sekolahnya sangat senang. Bahkan, ada kabar kalau mereka mau nonton bareng untuk menyaksikan Arifa dari TV," terangnya.
Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka Nasional juga kerap dianggap sebagai salah satu pintu menuju masa depan, termasuk peluang melanjutkan pendidikan melalui sekolah kedinasan. Namun, keluarga Sulaiman tidak ingin menjadikan pencapaian tersebut sebagai alasan untuk menentukan masa depan Arifa secara sepihak.
Dikatakan, keluarga memberikan ruang bagi Arifa untuk menentukan sendiri jalan yang ingin ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan SMA. Bagi orang tua, pilihan terbaik adalah pilihan yang sesuai dengan minat dan cita-cita putrinya.
"Kalau dari orang tua pengennya pasti yang terbaik aja untuk dia, apapun pilihannya kami sudah siap," ucapnya.
Menariknya, Arifa ternyata memiliki impian yang cukup jauh dari bayangan sebagian orang terhadap anggota Paskibraka Nasional. Ia tidak secara khusus menargetkan sekolah kedinasan, melainkan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
"Arifa sendiri cita-citanya kalau bisa mau kuliah di Singapura. Ya semoga mana yang terbaik saja untuk masa depannya," pungkas Sulaiman.