PN Tembilahan Gelar Opening Meeting Asesmen AMPUH Semester II 2026

PN Tembilahan Gelar Opening Meeting Asesmen AMPUH Semester II 2026

Tembilahan – Pengadilan Negeri Tembilahan melaksanakan Opening Meeting Asesmen AMPUH Semester II Tahun 2026 pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian asesmen di lingkungan Pengadilan Negeri Tembilahan. Opening meeting tersebut dihadiri jajaran pimpinan, hakim, pejabat struktural, serta pegawai sebagai bentuk kesiapan bersama dalam mengikuti tahapan asesmen.

Opening meeting ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari upaya evaluasi dan peningkatan kinerja pengadilan. Melalui asesmen, Pengadilan Negeri Tembilahan ingin memastikan seluruh layanan yang diberikan telah berjalan sesuai standar, prosedur, dan kebutuhan para pencari keadilan. Kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi untuk memperbaiki berbagai aspek pelayanan di lingkungan Kabupaten Indragiri Hilir.

Wakil Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan Chandra Ramadhani, S.H., M.H., menjelaskan bahwa Asesmen AMPUH merupakan instrumen strategis untuk mengukur capaian kinerja sekaligus kualitas penyelenggaraan tugas di pengadilan. Menurutnya, asesmen tidak boleh dipahami hanya sebagai kewajiban administrasi, tetapi harus menjadi alat perbaikan yang berkelanjutan. “Asesmen ini adalah cermin bagi kita semua. Dari hasilnya, kita bisa mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujar Chandra Ramadhani.

Chandra Ramadhani menegaskan bahwa orientasi utama asesmen tetap pada pelayanan kepada masyarakat. Seluruh proses yang dijalankan harus bermuara pada peningkatan kualitas layanan, keadilan, dan kepastian hukum bagi para pencari keadilan. Karena itu, ia mengajak seluruh aparatur Pengadilan Negeri Tembilahan untuk menyikapi asesmen dengan sikap terbuka dan bertanggung jawab.

Menurut Wakil Ketua, fokus asesmen mencakup sejumlah aspek penting, seperti administrasi perkara, kualitas putusan, pelayanan publik, integritas, disiplin, pengelolaan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi informasi. Aspek-aspek tersebut dinilai menentukan sejauh mana pengadilan mampu memberikan layanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Ia juga menyoroti pentingnya dokumentasi dan data yang valid agar hasil asesmen benar-benar menggambarkan kondisi nyata di lapangan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan asesmen bukan hanya tanggung jawab pimpinan, tetapi merupakan kerja kolektif seluruh hakim dan pegawai. “Kinerja pengadilan adalah kerja bersama. Tidak ada satu bagian pun yang bisa berjalan sendiri. Semua harus saling mendukung, saling mengingatkan, dan saling memperkuat,” jelasnya. Karena itu, koordinasi antarbagian, kepatuhan terhadap SOP, serta budaya kerja yang disiplin menjadi kunci dalam menghadapi rangkaian asesmen Semester II Tahun 2026.

Hasil asesmen nantinya akan dijadikan dasar penyusunan rekomendasi perbaikan dan langkah tindak lanjut. Pengadilan Negeri Tembilahan berkomitmen menjadikan temuan asesmen sebagai bahan pembelajaran, bukan sekadar catatan formal. Dengan demikian, asesmen diharapkan mampu mendorong peningkatan indeks kepuasan masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Opening Meeting Asesmen AMPUH Semester II Tahun 2026 ini menjadi momentum penting bagi Pengadilan Negeri Tembilahan untuk semakin memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik. Chandra Ramadhani berharap seluruh jajaran menjadikan asesmen sebagai bagian dari budaya kerja yang berorientasi pada perbaikan terus-menerus. “Mari kita ikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh, jujur, dan penuh tanggung jawab, demi keadilan dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index