TEMBILAHAN — UPTD RSUD Puri Husada Tembilahan menerima kunjungan kerja dari Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada Selasa (29/09). Kedatangan tim fasilitator dan evaluator dari pusat ini bertujuan untuk melakukan peninjauan secara langsung serta evaluasi komprehensif terhadap efektivitas program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Rombongan Kemenkes RI disambut secara langsung oleh Direktur UPTD RSUD Puri Husada, dr. H. Firman Nurdiansah, M.Ked, Sp.THT-KL, M.M. Turut mendampingi dalam penyambutan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, dr. H. Udin Syafriuddin, M.Kes, beserta jajaran manajemen rumah sakit dan tenaga medis pelayan gizi serta anak.
Kunjungan evaluasi ini berfokus pada penilaian sarana, prasarana, mekanisme rujukan, hingga intervensi tata laksana gizi buruk dan stunting pada anak yang ditangani oleh pihak rumah sakit rujukan daerah. Tim evaluasi memantau langsung alur pelayanan medis, keakuratan pencatatan data tumbuh kembang balita, serta ketersediaan dokter spesialis anak dan fasilitas pendukung nutrisi.
Direktur UPTD RSUD Puri Husada Tembilahan, dr. H. Firman Nurdiansah, M.Ked, Sp.THT-KL, M.M, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian dan pendampingan yang berkesinambungan dari Kemenkes RI. Menurutnya, evaluasi ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat standar operasional dan mutu pelayanan medis terintegrasi khusus penanganan stunting di RSUD Puri Husada.
Dalam penjelasannya, dr. H. Firman Nurdiansah menekankan bahwa penanganan kasus stunting di RSUD Puri Husada tidak hanya berfokus pada kuratif, melainkan juga pencegahan komplikasi gizi kronis. Rumah sakit terus berupaya mengoptimalkan keberadaan poliklinik khusus tumbuh kembang anak serta menyiapkan skema rujukan berjenjang yang responsif bagi rujukan dari puskesmas dan posyandu.
dr. Firman mengungkapkan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang erat, terutama sinergi antara RSUD Puri Husada dengan Dinas Kesehatan Inhil. Pihak rumah sakit berkomitmen untuk memberikan data berkala yang valid mengenai intervensi gizi anak guna mendukung pemetaan dan kebijakan penanggulangan stunting tingkat daerah maupun nasional.
Sementara itu, Kadinkes Inhil dr. H. Udin Syafriuddin, M.Kes menegaskan bahwa Pemkab Inhil menaruh perhatian besar pada pengentasan stunting. Pendampingan langsung dari Kemenkes RI ini diharapkan mampu mempertajam strategi penanganan di lapangan, meminimalkan angka drop-out pengobatan gizi buruk, serta memaksimalkan pemberian makanan tambahan berprotein tinggi.
Melalui kunjungan evaluasi ini, diharapkan rekomendasi teknis yang dirumuskan oleh Kemenkes RI dapat segera diimplementasikan secara optimal. Upaya bersama antara Kemenkes, Dinas Kesehatan, dan UPTD RSUD Puri Husada ini diharapkan dapat memacu akselerasi penurunan prevalensi stunting di Indragiri Hilir demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.