Pekanbaru, - Jejak prestasi MAN 1 Pekanbaru di panggung sains internasional kembali berlanjut. Setelah sebelumnya mengantarkan muridnya meraih medali emas internasional bidang Geografi di Istanbul, Turki, madrasah itu kini kembali mengirimkan delegasi untuk berlaga di tingkat dunia.
Adalah Khalil Azyumardi Abnel, murid MAN 1 Pekanbaru yang dipercaya membawa nama madrasah dalam International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) yang akan berlangsung di Hanoi, Vietnam tanggal 25 September – 5 Oktober 2026.
Keberangkatan Khalil menjadi babak baru dari perjalanan MAN 1 Pekanbaru dalam membangun budaya prestasi di bidang sains. Sebelumnya, Rafif Adinata Ramadhan, murid MAN 1 Pekanbaru, berhasil meraih medali emas internasional bidang Geografi dalam kompetisi yang berlangsung di Istanbul, Turki.
Dua nama, dua bidang keilmuan, dan dua panggung internasional tersebut menjadi bagian dari perjalanan MAN 1 Pekanbaru dalam memberikan ruang kepada murid untuk mengembangkan potensi akademiknya hingga ke level duniaay.
Bagi madrasah, prestasi tersebut tidak semata-mata berbicara tentang medali. Ada proses panjang di belakangnya: menemukan potensi, membangun kedisiplinan, menjalani pembinaan, menghadapi kompetisi, hingga berani berdiri di antara talenta-talenta terbaik dari berbagai negara.
Afriana Yori, selaku pembina sekaligus Koordinator Program Olimpiade MAN 1 Pekanbaru, mengatakan bahwa keikutsertaan Khalil di tingkat internasional merupakan bagian dari proses pembinaan yang terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami tidak hanya mempersiapkan murid untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga membangun mental kompetitif, ketekunan, kemampuan berpikir, dan keberanian mereka menghadapi tantangan di level internasional. Setiap tahapan kompetisi adalah bagian dari proses belajar,” ujar Afriana.
Menurutnya, perjalanan menuju kompetisi internasional membutuhkan komitmen yang tidak sebentar. Karena itu, kesempatan yang diperoleh Khalil diharapkan menjadi pengalaman yang dapat memperkaya dirinya sekaligus memberi inspirasi bagi murid lainnya.
Khalil sendiri akan menghadapi tantangan di bidang Astronomi yang membutuhkan ketelitian, kemampuan analisis, pemahaman konsep, serta ketangguhan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sains.
Kepala MAN 1 Pekanbaru Norerlinda menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Khalil yang telah melalui proses pembinaan hingga berhasil mencapai panggung internasional.
“Prestasi bukan hanya tentang hasil akhir. Yang lebih penting adalah proses, keberanian untuk mencoba, kesungguhan dalam berlatih, dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya.
Ia berharap keikutsertaan Khalil di Hanoi dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus memotivasi murid-murid MAN 1 Pekanbaru lainnya untuk berani mengembangkan potensi dan membawa nama madrasah ke tingkat yang lebih tinggi.
Dari Istanbul, nama MAN 1 Pekanbaru pernah dikibarkan melalui prestasi Rafif di bidang Geografi. Kini, dari Hanoi, Khalil bersiap membawa cerita berikutnya melalui Astronomi.
Bukan sekadar perjalanan dari satu kota ke kota lain, melainkan perjalanan dari satu prestasi menuju prestasi berikutnya.