Bengkalis - Setelah tiga hari pencarian intensif, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi jasad anak buah kapal (ABK) KM Makmur Jaya 89 yang sebelumnya dilaporkan hilang di Perairan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Korban bernama Rapat (38) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, SSos, mengatakan korban ditemukan pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, berjarak sekitar tiga mil laut dari lokasi kejadian awal.
Usai ditemukan, tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi dengan mengedepankan prosedur keselamatan di laut.
“Setelah lokasi korban dipastikan, Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi jasad korban menggunakan sarana laut menuju pulau terdekat,” ujar Budi.
Korban dievakuasi ke Desa Teluk Lancar, sebagai titik terdekat yang memungkinkan proses penanganan lanjutan.
“Proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena kondisi cuaca yang berubah serta keterbatasan komunikasi di perairan,” kata Budi.
Tim SAR Gabungan baru tiba di Desa Teluk Lancar sekitar pukul 23.30 WIB. Setibanya di darat, jasad korban langsung diserahkan kepada aparat Desa Teluk Lancar untuk proses administrasi dan koordinasi penyerahan kepada keluarga.
Kanit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Herrie Rescue, menyampaikan bahwa setelah proses evakuasi selesai, pihaknya memastikan korban dapat segera diserahkan kepada keluarga.
“Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban kami serahkan kepada pihak keluarga melalui aparat desa setempat untuk kemudian dibawa ke wilayah Bandul, Kepulauan Meranti,” katanya.
Dengan telah dievakuasinya korban dan diserahkannya kepada pihak keluarga, operasi SAR resmi diusulkan ditutup.
“Seluruh unsur yang terlibat kembali ke instansi masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama selama pelaksanaan operasi pencarian dan evakuasi,” kata Prima.
Untuk diketahui diperkirakan insiden yang dialami korban terjadi pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di Perairan Bengkalis.
Sementara itu, laporan adanya insiden yang membahayakan nyawa tersebut diterima pada Senin (5/1/2026) kemarin.