Danramil 11/Pulau Burung Tegaskan Sinergi dan Kewaspadaan dalam Antisipasi Karhutla di Kecamatan Pulau Burung

Danramil 11/Pulau Burung Tegaskan Sinergi dan Kewaspadaan dalam Antisipasi Karhutla di Kecamatan Pulau Burung

Pulau Burung – Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) terus diperkuat melalui rapat koordinasi yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 10.00 WIB di Mess PT RSUP Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan persepsi serta memperkuat sinergi lintas sektor guna mengantisipasi potensi karhutla di wilayah tersebut.

Rapat tersebut dihadiri oleh Camat Pulau Burung Razali, S.E., Danramil 11/Pulau Burung Kapten Infanteri Riswanto, Kapolsek Pulau Burung AKP Dr. Irwanto, S.H., M., para kepala desa se-Kecamatan Pulau Burung, perwakilan manajemen PT RSUP, tim pemadam kebakaran perusahaan, tim pengamanan objek vital nasional, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran.

Dalam sambutannya, Danramil 11/Pulau Burung Kapten Infanteri Riswanto menegaskan bahwa pencegahan adalah kunci utama dalam mengatasi karhutla. Ia menyampaikan bahwa TNI melalui Koramil siap bersinergi dengan seluruh unsur pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat. “Api tidak pernah mengetuk pintu sebelum datang, ia menyelinap saat kita lengah. Karena itu, kewaspadaan harus berdiri tegak setiap waktu,” ujarnya dengan tegas.

Kapten Riswanto juga menekankan pentingnya patroli terpadu dan deteksi dini sebagai langkah konkret. Menurutnya, hutan dan lahan di Kecamatan Pulau Burung bukan sekadar hamparan tanah, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. “Hutan berbicara lewat desir angin dan daun yang berguguran, memberi tanda ketika ia mulai kelelahan. Jangan biarkan ia menangis dalam kobaran api,” tuturnya dengan majas personifikasi yang menggugah kesadaran peserta rapat.

Lebih lanjut, Danramil mengajak seluruh kepala desa untuk aktif mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menegaskan bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam menghadapi ancaman karhutla. “Jika kita bersatu, api akan gentar melangkah ke wilayah ini. Namun jika kita terpecah, bara kecil pun bisa menjelma menjadi bencana,” tambahnya.

Selain itu, ia juga meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah Pulau Burung untuk memastikan kesiapsiagaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran. Ketersediaan embung air, alat pemadam, serta kesiapan personel harus selalu dalam kondisi optimal, terutama memasuki musim kemarau. Menurutnya, kesiapan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kewajiban bersama.

Rangkaian kegiatan berlangsung sesuai susunan acara, mulai dari pembukaan, sambutan para unsur pimpinan, sesi tanya jawab hingga penutup. Diskusi berjalan aktif dan konstruktif, di mana berbagai masukan dan solusi disampaikan demi memperkuat langkah antisipatif di lapangan.

Kegiatan rapat berakhir pada pukul 12.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Dengan komitmen yang telah disepakati bersama, Danramil 11/Pulau Burung berharap Kecamatan Pulau Burung tetap terjaga dari ancaman kebakaran lahan dan hutan, sehingga keamanan, ketertiban, serta kesejahteraan masyarakat dapat terus terpelihara.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index