BATANG TUAKA– Babinsa Koramil 12/Batang Tuaka, Kodim 0314/Inhil, Koptu Sihabudin melaksanakan patroli uji ketetapan tapal batas di Parit 6, Desa Tasik Raya, Kecamatan Batang Tuaka, Minggu (17/5/2026). Kegiatan berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 WIB dengan melibatkan personel gabungan TNI, Polri, dan masyarakat.
Patroli ini bertujuan memastikan kejelasan batas wilayah sekaligus mencegah potensi sengketa lahan yang kerap muncul di kawasan perbatasan desa. Titik koordinat patroli berada di -0,25469S 103,16773E, yang menjadi salah satu titik krusial dalam penentuan batas administratif.
Koptu Sihabudin menjelaskan, kegiatan uji ketetapan tapal batas dilakukan secara berkala agar masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai wilayahnya. Menurutnya, kejelasan batas akan mengurangi konflik dan mempermudah proses pembangunan di tingkat desa.
“Dengan patroli ini, kami ingin memastikan batas wilayah tetap sesuai ketentuan. Kehadiran TNI, Polri, dan masyarakat dalam satu tim menunjukkan bahwa penyelesaian batas wilayah harus dilakukan secara kolaboratif,” ujar Koptu Sihabudin di lokasi patroli.
Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari 1 personel TNI, 1 personel Polri, dan 3 warga masyarakat setempat. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar proses verifikasi batas wilayah mendapat pengakuan dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
Selain melakukan pengecekan fisik di lapangan, Babinsa juga berdialog dengan warga untuk menyerap informasi terkait riwayat kepemilikan lahan dan batas-batas tradisional yang selama ini menjadi acuan masyarakat. Data ini penting untuk melengkapi dokumen administrasi desa.
Hasil patroli menunjukkan situasi di sepanjang Parit 6 Desa Tasik Raya dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan sengketa aktif maupun tanda-tanda konflik batas yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.
Koramil 12/Btk menegaskan, kegiatan uji ketetapan tapal batas akan terus digencarkan sebagai bagian dari pembinaan teritorial. Babinsa berharap, dengan batas wilayah yang jelas, masyarakat dapat fokus pada pembangunan dan peningkatan kesejahteraan tanpa khawatir terhadap sengketa di masa depan.