Pekanbaru – Dr. Riyadi Mustofa, SE., M.Si., C.EIA., yang menjabat sebagai Kepala Bidang Penelitian Sustainability DPP Apkasindo sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Persada Bunda Indonesia, memberikan materi krusial mengenai teknik penanaman kelapa sawit di lahan gambut. Penyampaian materi ini berlangsung pada Selasa (07/07), tepatnya di sesi terakhir Kelas IV dalam rangkaian Pelatihan Budidaya Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) Tahun 2026.

Dalam paparannya, Dr. Riyadi menekankan pentingnya penerapan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan (sustainability) dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit, khususnya ketika berhadapan dengan tantangan karakteristik lahan gambut. Sebagai akademisi dan praktisi, ia menguraikan langkah-langkah teknis yang harus diperhatikan oleh para peserta pelatihan untuk memastikan produktivitas tanaman tetap optimal tanpa merusak ekosistem gambut.
Adapun poin-poin kunci yang disampaikan dalam materi tersebut meliputi:
1. Pemilihan Jenis Legume Cover Crop (LCC): Dr. Riyadi menjelaskan berbagai jenis LCC yang cocok digunakan sebagai penutup tanah. Penggunaan LCC sangat vital di lahan gambut untuk menjaga kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan meningkatkan kandungan bahan organik serta nitrogen secara alami.
2. Teknik Transplanting Bibit yang Benar: Ia menyoroti pentingnya ketelitian saat memindahkan bibit dari pembibitan ke lapangan. Kesalahan dalam proses transplanting dapat menyebabkan stres pada tanaman dan menghambat pertumbuhan awal.
3. Penentuan Parameter Tanam (SPH, JAT, JAB): Peserta diajarkan untuk menentukan Secara Populasi Hektare (SPH), Jarak Antar Tanaman (JAT), dan Jarak Antar Baris (JAB) yang tepat. Penentuan jarak tanam yang presisi bertujuan untuk memaksimalkan penyerapan cahaya matahari dan efisiensi penggunaan nutrisi di lahan gambut.
4. Pembuatan Lubang Tanam dan Pemupukan: Tahapan ini mencakup teknik penggalian lubang yang sesuai dengan kondisi tanah gambut serta pemberian pupuk dasar yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan akar bibit di fase awal.
5. Posisi Tanam Tegak dan Pemasangan LCC: Dr. Riyadi menegaskan bahwa bibit harus ditanam dalam posisi tegak lurus untuk menghindari gangguan pertumbuhan batang di masa depan. Segera setelah penanaman, pemasangan atau penaburan benih LCC harus dilakukan untuk segera menutup permukaan tanah.
6. Seleksi Tanaman: Tahap akhir yang tidak kalah penting adalah melakukan seleksi terhadap tanaman yang telah ditanam. Seleksi ini bertujuan untuk mengidentifikasi bibit yang tumbuh sehat dan mengganti bibit yang mati atau kurang optimal pertumbuhannya sedini mungkin.

Kehadiran Dr. Riyadi Mustofa dalam pelatihan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Kombinasi antara wawasan akademis dari peran beliau di Universitas Persada Bunda Indonesia dan pengalaman praktis melalui DPP Apkasindo menjadikan materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif bagi pengembangan kompetensi SDM perkebunan kelapa sawit di Indonesia, terutama dalam konteks pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.
Program Pengembangan SDMP 2026 sendiri terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan melalui pelatihan-pelatihan berbasis praktik terbaik (best practices) dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.