PT Ivomas Tunggal Sei Rokan Estate Sambut Peserta Fieldtrip Pengembangan SDMP 2026, Tampilkan Inovasi Budidaya Sawit Modern

PT Ivomas Tunggal Sei Rokan Estate Sambut Peserta Fieldtrip Pengembangan SDMP 2026, Tampilkan Inovasi Budidaya Sawit Modern

Kandis – PT Ivomas Tunggal  Sei Rokan Estate menyambut peserta fieldtrip kegiatan Pelatihan Budidaya Program Pengembangan SDMP Tahun 2026 yang berlangsung di Divisi 4 Kebun Sei Rokan, Kecamatan Kandis, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan teknologi terbaru dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri  Estate manager: Berthin E. Pinem dan Eko Sakti Budi P,Regional Controller Siak, Tumpal M. Bakara serta peserta pelatihan dari berbagai daerah. Direktur PT Bestari Indonesia, Dr. Mulono Apriyanto, S.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Ivomas Estate Kebun Sei Rokan Divisi 4 yang telah menjadi tuan rumah sekaligus membuka kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung di lapangan.

Estate manager: Berthin E. Pinem menjelaskan bahwa Kebun Sei Rokan memiliki luas sekitar 4.000 hektare dengan kegiatan operasional yang meliputi panen, pemupukan, hingga penyemprotan tanaman. Selain fokus pada aspek agronomi, perusahaan juga didukung departemen riset yang terus mengembangkan inovasi guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi perkebunan.

Dalam sesi materi, Asisten Divisi Hasby memaparkan sistem pengelolaan kebun di Divisi 4. Selanjutnya, Edi menjelaskan penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan tingkat kematangan tandan buah segar (TBS). Teknologi tersebut mampu mengidentifikasi hasil panen setiap pemanen melalui penanda khusus pada buah, yang kemudian diinput ke dalam kartu data sebagai dasar penerbitan Surat Perintah Pengangkutan Buah (SPPB).

Edi juga menjelaskan bahwa setiap pemanen memiliki batas panen sebanyak 80 janjang per hari. Apabila hasil panen melebihi ketentuan tersebut, pemberian premi akan disesuaikan dengan golongan atau kategori pemanen. Sistem ini diterapkan untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus meningkatkan disiplin dan produktivitas tenaga kerja.

Materi berikutnya disampaikan Taufik yang membawahi bidang digitalisasi PMNP (Plantation Monitoring) atau GIS. Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi digital dalam pemetaan dan pemantauan kondisi kebun secara lebih akurat sehingga memudahkan proses pengambilan keputusan oleh manajemen.

Estate Manager Berthin E. Pinem kemudian memaparkan aplikasi mekanisasi penebaran janjang kosong sebagai pupuk organik. Menurutnya, terdapat dua metode yang diterapkan, yakni penebaran secara manual dan mekanis. Sementara itu, Bram dari Departemen Riset menjelaskan manfaat penyerakan janjang kosong serta dilanjutkan dengan materi mengenai aplikasi pemupukan secara mekanis untuk meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke area pembibitan kelapa sawit di Sei Rokan Estate. Pada kesempatan tersebut, Manager Libo Estate, Edi, menyampaikan bahwa perusahaan memiliki tujuh kebun dan tiga pabrik pengolahan. Peserta juga memperoleh penjelasan teknis mengenai proses penyemaian bibit, penggunaan media tanam, serta perawatan bibit melalui penyemprotan yang dilakukan dua kali dalam seminggu. Melalui kegiatan fieldtrip ini, peserta diharapkan memperoleh pengalaman praktis mengenai penerapan teknologi modern dan praktik terbaik dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index