JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap tanaman pangan, termasuk dampak El Nino terhadap tanaman eneka cabai
Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Muhammad Agung Sunusi menyebutkan terdapat beberapa langkah strategis antisipasi dampak El Nino untuk tanaman cabai, salah satunya melalui mapping wilayah kekeringan.
"Langkah antisipasi bisa melalui mapping wilayah langganan kekeringan dan langkah early warning system (EWS) antisipasi, adaptasi dan mitigasi kekeringan," katanya, dalam rakor pengendalian inflasi yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Senin (20/7/26).
Muhammad Agung Sunusi melanjutkan, langkah antisipasi dampak El Nino komoditas aneka cabai selanjutnya adalah mengoptimalkan air irigasi melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, sumur air dangkal dan sumber air lainnya serta manfaatkan pompanisasi, perpipaan dan irigasi perpompaan.
Kemudian melakukan gerakan percepatan tanam pada wilayah potensial dengan menggunakan varietas tahan kekeringan, seperti Sigantung, Genie, Laba F1, OR Twist 22, Baja F1 dan lain-lain.
Optimalisasi green house, smart green house dan nursery untuk budidaya cabai, serta mengatur pola tanam sesuai kondisi iklim dan ketersediaan air pada masing-masing wilayah.
"Tingkatkan koordinasi dan Sinergi antara Pemda dan seluruh pemangku kepentingan dalam pemantauan kondisi lahan pertanian," ujar dia.
Ditjen Hortikultura Kementan menambahkan, langkah antisipasi untuk musim kemarau yang bisa dilakukan untuk ketahanan canai adalah mendorong pembuatan sumber dangkal atau sumur dalam di lokasi kawasan cabai tadah hujan atau lahan kering dan atau dataran tinggi.
Berikutnya, pemantauan pola tanam dan produksi di wilayah champion cabai, pemantauan panen cabai di lokasi sentra dan non sentra.
"Percepatan pelaksanaan kegiatan kawasan aneka cabai seluas 2953 hektar, dan mendorong pemanfaatan APBD untuk perluasan kawasan aneka cabai," ucapnya.
Muhammad Agung Sunusi mengatakan, peta sebaran alokasi kawasan cabai tahun 2026 targetnya 2953 hektar 36 provinsi dan 336 kabupaten kota.
Untuk itu dia berharap dukungan Pemda dan semua pihak dalam rangka upaya memenuhi kebutuhan cabai di setiap wilayah Indonesia, serta mengantisipasi dampak kekeringan akibat El Nino.
"Untuk wilayah sebaran lokasi tanaman cabai akan ada bantuan pupuk P, pupuk KNO3, mulsa dan benih. Saya berharap dukungan semua pihak untuk antisipasi dampak El Nino ini," tutupnya.