Indragiri Hilir – Sepuluh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) mengedukasi sekaligus melatih ibu-ibu PKK Desa Pekan Tua mengolah limbah minyak goreng bekas (jelantah) menjadi lilin aromaterapi yang bernilai ekonomis. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Selasa (14/7/2026).
" Program pelatihan ini dirancang sebagai langkah nyata mengatasi persoalan limbah minyak goreng bekas yang selama ini dibuang langsung ke saluran air atau dipakai berulang kali untuk memasak. Selain merusak ekosistem tanah dan perairan, kebiasaan mempergunakan minyak jelantah secara berulang juga berisiko buruk bagi kesehatan masyarakat.
Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI yang menginisiasi kegiatan ini terdiri dari Tarmizi, Laurencia Hutabarat, Hanifah Izzati Haryadi, Sabda Yohana Harita, Alya Nafisa Alfaris, Aulia Putri, Eirene Yosepine Br Ritonga, Anastasya Dewi Ambarwati, Mhd. Raihan Putra Hastiza, dan Nul Rahpani. Pelaksanaan program ini didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNRI.
Edukasi Limbah dan Praktik Pembuatan
"Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai bahaya konsumsi minyak jelantah berulang serta dampak buruk pencemarannya terhadap lingkungan. Setelah sesi sosialisasi, anggota PKK Desa Pekan Tua diajak langsung mempraktikkan proses pembuatan lilin aromaterapi.
Tahapan pembuatan yang diperagakan meliputi:
Penyaringan minyak jelantah untuk membersihkan sisa makanan.
Pencampuran bahan baku pembuat lilin.
Penambahan pewarna dan minyak esensial aromaterapi.
Pencetakan ke dalam wadah khusus hingga lilin mengeras.
Ibu-ibu PKK menyambut kegiatan ini dengan sangat antusias. Diskusi berjalan interaktif, terutama saat membahas variasi aroma, kemasan, hingga potensi pemasaran produk sebagai usaha rumahan.
Dorong Kesejahteraan dan Kemandirian Desa
"Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KUKERTA Berdampak UNRI, Dr. Indra Primahardani, S.H., M.H., menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diberikan melalui pelatihan ini dapat terus dikembangkan oleh masyarakat, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan," ungkap Dr. Indra.
"Dengan biaya produksi yang terjangkau dan bahan baku yang melimpah di setiap rumah tangga, lilin aromaterapi buatan ibu-ibu PKK Desa Pekan Tua ini dinilai berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi suvenir lokal maupun produk UMKM yang mendatangkan penghasilan tambahan bagi keluarga. (Andre Suai )