Tembilahan – Guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Babinsa Koramil 01/Tembilahan secara rutin melaksanakan patroli dan pengendalian titik panas atau hotspot. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif TNI dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Pada hari Selasa, tanggal 11 Agustus 2026, tepatnya pukul 10.00 Wib hingga selesai, personel Babinsa Koramil 01/Tembilahan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan situasi di wilayah tapal batas. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memastikan tidak adanya aktivitas pembakaran liar yang dapat memicu munculnya titik-titik panas baru di area rawan karhutla, khususnya di wilayah Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan.
Patroli kali ini dipimpin langsung oleh Sertu Deni, seorang Babinsa yang bertugas di Koramil 01/Tembilahan. Dengan semangat pengabdian yang tinggi, Sertu Deni bersama timnya menyusuri area tapal batas yang menjadi garis demarkasi penting bagi wilayah tersebut. Kehadiran Babinsa di lokasi tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjadi deterren atau efek gentar bagi pihak-pihak yang berniat melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan patroli ini tidak dilakukan oleh personel TNI saja, melainkan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Total ada tiga orang yang terlibat dalam operasi gabungan ini, yaitu satu orang personel TNI dan dua orang warga masyarakat. Kolaborasi antara aparat militer dan warga ini menunjukkan kuatnya sinergitas antara TNI dan rakyat dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, khususnya di tingkat grass root.
Lokasi patroli difokuskan pada titik koordinat -0°17'29"S 103°8'42"E, yang merupakan area strategis di wilayah tapal batas Kelurahan Sungai Beringin. Pemilihan titik ini didasarkan pada analisis kerawanan terhadap potensi kebakaran serta pentingnya pengawasan ketat di area perbatasan. Pemantauan di koordinat tersebut dilakukan secara menyeluruh untuk mendeteksi dini adanya asap atau indikasi pembakaran yang mungkin tersembunyi di balik vegetasi hutan atau semak belukar.
Selain melakukan pengecekan fisik di lapangan, tim patroli juga melakukan sosialisasi singkat kepada masyarakat sekitar mengenai bahaya karhutla. Sertu Deni menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam melaporkan jika menemukan titik asap atau aktivitas mencurigakan di area tapal batas. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif bahwa pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas instansi tertentu.
Hingga berakhirnya kegiatan pada siang hari tersebut, situasi di wilayah tapal batas Kelurahan Sungai Beringin terpantau kondusif dan aman. Tidak ditemukan adanya titik panas baru maupun aktivitas pembakaran lahan ilegal selama periode patroli berlangsung. Keberhasilan ini tidak lepas dari kesiapsiagaan personel Babinsa serta dukungan penuh dari elemen masyarakat yang telah memahami pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman bencana kabut asap.
Komando Distrik Militer (Kodim) 0314/Inhil melalui Koramil 01/Tembilahan akan terus melanjutkan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Pengendalian titik hotspot dan patroli tapal batas akan tetap menjadi prioritas utama guna mengantisipasi musim kemarau dan menjaga kualitas udara di wilayah Indragiri Hilir. Dengan adanya pengawasan intensif seperti ini, diharapkan wilayah Tembilahan dan sekitarnya tetap terjaga dari bencana ekologis yang dapat merugikan berbagai pihak.