Tembilahan – Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dapat merugikan lingkungan serta masyarakat, Babinsa Koramil 01/Tembilahan Hulu (Tbh) secara rutin melaksanakan kegiatan patroli dan pemantauan di wilayah binaannya. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk menjaga kelestarian alam dan keamanan wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), khususnya di masa musim kemarau atau kondisi cuaca yang rentan terhadap api.
Pada tanggal 12 September 2026, personel Babinsa Koramil 01/Tbh, Serka S. Simbolon, turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan tugas monitoring. Kegiatan ini dimulai sejak pagi hari, tepatnya pukul 10.00 WIB, dengan menyasar area-area yang dinilai memiliki potensi tinggi terhadap titik panas atau hotspot. Fokus utama dari operasi hari ini adalah melakukan screening atau penyisiran mendalam di wilayah Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhil.
Lokasi pemantauan yang dipilih oleh Serka S. Simbolon berada di koordinat 0,3397 Lintang Selatan dan 103,1339 Bujur Timur. Titik ini merupakan area strategis yang memerlukan perhatian khusus karena karakteristik lahannya yang mudah terbakar jika tidak dikelola dengan baik. Dengan adanya patroli di lokasi spesifik ini, diharapkan deteksi dini terhadap potensi kebakaran dapat dilakukan sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.
Dalam pelaksanaannya, Babinsa tidak bekerja sendiri melainkan menggandeng elemen masyarakat setempat. Personel gabungan yang dikerahkan terdiri dari satu orang anggota TNI dan tiga orang warga masyarakat. Kolaborasi antara aparat militer dan warga ini menunjukkan semangat gotong royong yang kuat dalam menjaga lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan Karhutla di desa mereka masing-masing.
Kegiatan screening areal monitoring ini melibatkan pemeriksaan fisik terhadap kondisi vegetasi dan kelembapan tanah di lokasi tersebut. Serka S. Simbolon bersama warga memeriksa是否存在nya sisa-sisa pembakaran lama, tumpukan bahan kering, atau aktivitas pembukaan lahan yang berpotensi memicu api. Metode penyisiran ini dianggap efektif untuk mengidentifikasi sumber bahaya sebelum menjadi bencana yang lebih besar.
Selain melakukan pemeriksaan fisik, Babinsa juga memanfaatkan momen patroli ini untuk memberikan edukasi singkat kepada masyarakat yang ditemui di sekitar area monitoring. Sosialisasi mengenai bahaya membakar lahan sembarangan dan dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan serta ekosistem terus digaungkan. Pendekatan persuasif ini bertujuan agar masyarakat memahami bahwa pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparatur negara.
Hingga kegiatan berakhir pada siang hari, situasi di wilayah Pekan Arba terpantau kondusif dan tidak ditemukan adanya titik api baru atau aktivitas pembakaran liar. Keberhasilan patroli ini tidak lepas dari kesiapsiagaan Babinsa dan partisipasi aktif masyarakat yang telah memahami prosedur pelaporan jika menemukan indikasi asap atau api di lahan mereka. Koordinasi yang cepat antara Babinsa, warga, dan pihak terkait menjadi kunci utama dalam mempertahankan status aman dari Karhutla.
Komandan Rayon Militer (Danramil) 01/Tbh mengapresiasi kinerja Babinsa Serka S. Simbolon yang telah melaksanakan tugas dengan disiplin dan profesional. Laporan situasi ini diserahkan kepada Dandim 0314/Inhil sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi operasional di lapangan. Ke depan, Koramil 01/Tbh berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas patroli dan koordinasi dengan seluruh lapisan masyarakat guna mewujudkan wilayah Indragiri Hilir yang bebas dari bencana Karhutla.