Turis Malaysia Masih Mendominasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Riau

Turis Malaysia Masih Mendominasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Riau
Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

Pekanbaru - Wisatawan asal Malaysia mendominasi kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Riau dengan total 5.157 kunjungan yang tercatat melalui empat pintu utama imigrasi pada September 2026. Capaian ini menunjukkan eksistensi Riau sebagai destinasi regional utama, meski secara keseluruhan arus kunjungan mengalami dinamika bulanan dan tahunan.

"Jumlah tersebut mengalami penurunan 1,95 persen dibandingkan Agustus 2026. Pada bulan sebelumnya, kunjungan wisman tercatat sebanyak 23.144 kunjungan berdasarkan gabungan data pintu imigrasi dan Mobile Positioning Data (MPD)," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Asep Riyadi, di Pekanbaru, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan titik kedatangan, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi pintu masuk terbanyak dengan mencatatkan 2.620 kunjungan. Angka ini menegaskan jalur udara tetap menjadi akses favorit utama bagi pelintas batas mancanegara menuju wilayah daratan Riau.

Selain bandara, jalur laut melalui pelabuhan internasional turut menyumbang angka signifikan bagi kedatangan wisman di wilayah pesisir. Pelabuhan Bengkalis mencatat 1.112 kunjungan, Pelabuhan Dumai sebanyak 786 kunjungan, serta Pelabuhan Tanjung Harapan di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 639 kunjungan.

Pencatatan data juga diperluas menggunakan teknologi pelacakan sinyal telekomunikasi untuk menangkap pergerakan pelintas batas secara lebih komprehensif. Berdasarkan pencatatan Mobile Positioning Data, kunjungan wisatawan khusus di wilayah Kabupaten Bengkalis saja bahkan mampu mencapai 17.535 kunjungan.

"Dari sisi negara asal, wisatawan Malaysia menjadi kelompok terbesar dengan kontribusi 39,73 persen dari total wisman. Posisi berikutnya ditempati wisatawan asal Tiongkok sebesar 8,68 persen, Singapura 7,24 persen, dan Filipina 7,10 persen," urai Asep Riyadi merinci komposisi asal pengunjung.

Kendati demikian, akumulasi data tahunan menunjukkan koreksi negatif jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Jika dikomparasikan dengan September 2025, jumlah kunjungan wisman ke Riau mengalami penurunan sebesar 16,53 persen secara tahunan.

Dinamika kunjungan turis asing tersebut turut berdampak langsung terhadap tingkat keterisian fasilitas akomodasi perhotelan di daerah. Badan Pusat Statistik mencatat Tingkat Penghunian Kamar hotel berbintang di Riau pada September 2026 berada di angka 47,28 persen, atau turun 2,71 poin dari bulan sebelumnya.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index