Kamera CCTV Warga Desa Benteng Hulu Siak, Rekam Penampakan Harimau Sumatera

Kamera CCTV Warga Desa Benteng Hulu Siak, Rekam Penampakan Harimau Sumatera
Ilustrasi

Siak - Harimau Sumatera terpantau muncul di lingkungan RT 14/RW 14, Desa Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Raja hutan itu terekam kamera CCTV milik warga.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, Senin (9/2), mengatakan kemunculan harimau tersebut terjadi pada Jumat (6/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, Balai Besar KSDA Riau melalui Resort Siak turun ke lokasi untuk melakukan mitigasi konflik,” kata Supartono.

Hasil mitigasi yang dilakukan Resort Siak BBKSDA Riau, didampingi Babinsa serta warga, diketahui bahwa orang pertama yang mencurigai kemunculan harimau di sekitar permukiman penduduk adalah Nurisam.

Kepada tim mitigasi, Nurisam menuturkan bahwa sekitar pukul 20.00 WIB ia sempat menyalakan lampu kandang kambing dan melihat sebuah bayangan mencurigakan.

Khawatir dengan bayangan tersebut, saksi langsung memanggil anaknya, Yuda. Tak berselang lama, bayangan itu terlihat menjauh masuk ke semak belukar ke arah utara.

“Di sekitar lokasi yang diinformasikan sebagai tempat munculnya satwa tersebut, kami mengamati banyak jejak harimau di sekitar kandang kambing,” jelas Supartono.

Jejak tersebut diduga kuat milik harimau. Dugaan itu juga diperkuat dengan rekaman kamera CCTV milik warga bernama Dewi, yang berada beberapa meter ke arah timur laut dari kandang kambing.

“Dalam rekaman CCTV warga tersebut terlihat satwa harimau melintas pada pukul 21.30 WIB dan bergerak ke arah barat laut, yakni kawasan perkebunan PT Eks Darpari,” kata Supartono.

Berdasarkan penilaian terhadap rekaman CCTV tersebut, harimau yang terekam diperkirakan merupakan harimau remaja menuju dewasa dengan ukuran tubuh tanggung.

“Sekitar pukul 22.00 WIB, pengendara mobil dari arah Buton menuju Pekanbaru yang sempat berhenti di jalan sekitar SPBU juga melihat seekor harimau menyeberang jalan ke arah timur,” ungkap Supartono.

Selain itu, warga bernama Nanang yang tinggal tak jauh dari lokasi mengaku sekitar pukul 22.30 WIB mendengar suara gaduh hewan ternak dari arah hutan, disertai suara kucing seperti diterkam.

“Pagi harinya, Nanang mendapati dua ekor ayam dan satu ekor anak kucingnya hilang. Setelah diperhatikan, di sekitar rumah ditemukan sejumlah jejak dan bulu ayam yang berserakan,” ujar Supartono.

Lebih lanjut, Supartono mengatakan bahwa berdasarkan identifikasi tim BBKSDA Riau di lapangan, di sekitar kediaman Nanang ditemukan jejak kaki harimau berukuran sekitar 12 sentimeter, serta bulu ayam yang berserakan.

Untuk memperluas jangkauan pemantauan, tim di lapangan menambah jumlah kamera jebak (camera trap) yang sebelumnya telah dipasang pada 7 Februari 2026.

“Tim di lokasi juga melakukan pemantauan menggunakan drone,” tambah Supartono.

Sebagai upaya preventif, tim mitigasi mengimbau warga setempat untuk menghindari aktivitas sendirian pada jam aktif satwa, memasukkan ternak ke dalam kandang, serta menutup sekeliling kandang dengan terpal atau seng guna membatasi pandangan satwa.

“Saat ini tim terus memantau channel gitar kalau di depansituasi secara intensif. Apabila ada warga yang menjumpai keberadaan harimau, segera laporkan ke Balai Besar KSDA Riau melalui nomor 0813-7474-2981,” pesan Supartono.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index