Dedikasi Tanpa Batas Tokoh Pers Rohil H. Yan Faisal Hadiri Puncak HUT ke-6 JMSI di Banten

Dedikasi Tanpa Batas Tokoh Pers Rohil H. Yan Faisal Hadiri Puncak HUT ke-6 JMSI di Banten

SERANG, BANTEN – Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menjadi catatan propesional bagi tokoh pers kawan Rokan Hilir (Rohil), H. Yan Faisal.

Di tengah keriuhan Kota Serang, Provinsi Banten, pria yang dikenal sebagai perintis jurnalistik di Negeri Seribu Kubah ini hadir sebagai bukti kecintaan pada profesi dan organisasi.

Acara puncak yang dipusatkan di Hotel Horison, Serang, pada Senin (9/2/2026) ini bukan sekadar seremoni. kehadiran tokoh-tokoh nasional, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih mulai dari Wamenhan, Kominfo, hingga Wamen Haji dan Umroh, menegaskan posisi strategis JMSI sebagai konstituen Dewan Pers yang kian diperhitungkan.

Meski menempuh jarak ribuan kilometer, H. Yan Faisal tetap semangat bergabung bersama rombongan JMSI Riau di bawah komando H. Dheni Kurnia. Menariknya, kehadirannya dari Rokan Hilir merupakan inisiatif pribadi yang ia sebut sebagai "panggilan hati".

"Kehadiran saya murni karena cinta organisasi dan kedekatan historis dengan Ketua JMSI Riau. Saya tegaskan, saya berangkat dengan biaya sendiri dan dukungan sahabat.

Tidak ada proposal ke pejabat atau mitra mana pun. Jika ada (proposal), itu bukan saya," tegas peraih penghargaan 25 Profesi Wartawan PWI Rohil tersebut.

Yan Faisal, yang kini menjabat sebagai Dewan Pakar JMSI Riau, mengaku bahwa JMSI adalah "rumah besar" bagi para pemilik perusahaan pers yang sah dan terverifikasi.

Di tengah perayaan HPN 2026, sosok yang telah bertugas selama 33 tahun di dunia jurnalistik ini memberikan pesan tajam bagi rekan-rekan pers di Rokan Hilir. Ia menyoroti pentingnya menjaga Kode Etik Jurnalistik (KEJ) di tengah ketatnya persaingan media digital.

Profesionalisme Wartawan harus terus mengasah skill dan kapasitas Individu. Etika Menjaga marwah profesi dengan perilaku sopan dan terpelajar. Independensi Tetap netral dan tidak terjebak dalam kepentingan oknum tertentu.

"Hidup dan berkembangnya media digital sangat bergantung pada bobot berita dan jumlah pembaca. Wartawan yang baik adalah mereka yang dicari karena informasi yang akurat dan terpercaya," tambah putra kelahiran Bagan Hulu ini.

Sambil bernostalgia mengen kenangan tahun 2011-saat ia merelakan rumah pribadinya menjadi dapur redaksi sebuah media lokal-Yan Faisal juga mengingatkan realitas pahit profesi wartawan.

Menurutnya, ada tiga risiko besar dalam pekerjaan ini: Rumah Sakit (karena kekerasan), Penjara (karena bersimpangan dengan rezim), atau Kuburan (karena ancaman nyawa). Namun, risiko itu baginya adalah bumbu perjuangan, mencontoh kegigihan tokoh besar seperti Buya Hamka.

Perayaan HUT JMSI ke-6 di Banten ini menjadi pengingat bahwa bagi seorang H. Yan Faisal, pers bukan sekadar pekerjaan, melainkan dedikasi seumur hidup yang harus dijaga kehormatannya. Pungkasnya (MH)

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index