Utamakan Safety,PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Imbau Pekerja Waspada Blind Spot Alat Berat

Utamakan Safety,PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Imbau Pekerja Waspada Blind Spot Alat Berat

Imbauan kewaspadaan terhadap blind spot di area operasional pelabuhan kembali menjadi perhatian serius dalam upaya meningkatkan keselamatan kerja. Area blind spot merupakan titik yang tidak dapat terlihat oleh operator alat berat, sehingga memiliki potensi tinggi menimbulkan kecelakaan kerja apabila tidak diantisipasi dengan baik oleh seluruh personel yang berada di lapangan.

Direktur Utama Achmad Muchtasyar menegaskan bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Menurutnya, kesadaran setiap pekerja terhadap risiko di lapangan sangat penting untuk mencegah terjadinya insiden yang dapat merugikan banyak pihak.

Ia menjelaskan bahwa salah satu risiko terbesar di area pelabuhan adalah keberadaan alat berat yang terus beroperasi dalam aktivitas bongkar muat. Operator alat berat memiliki keterbatasan pandangan pada beberapa sisi tertentu, sehingga pekerja yang berada terlalu dekat tanpa disadari dapat berada dalam posisi berbahaya.

Oleh karena itu, seluruh personel di area operasional diwajibkan menjaga jarak aman minimal dua meter dari alat berat yang sedang beroperasi. Langkah sederhana ini dinilai sangat efektif untuk mengurangi potensi kecelakaan akibat area yang tidak terlihat oleh operator.

Selain menjaga jarak, pekerja juga diingatkan untuk memastikan keberadaan mereka dapat terlihat oleh operator sebelum mendekat ke area kerja alat berat. Komunikasi visual maupun isyarat yang jelas menjadi faktor penting agar operator mengetahui posisi pekerja di sekitarnya.

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap dan sesuai standar juga menjadi kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Helm keselamatan, rompi reflektif, sepatu safety, serta perlengkapan lain dirancang untuk melindungi pekerja sekaligus meningkatkan visibilitas di area kerja yang padat aktivitas.

Menurut Achmad Muchtasyar, budaya keselamatan kerja harus diterapkan secara disiplin dan konsisten oleh seluruh pihak, mulai dari manajemen hingga pekerja di lapangan. Dengan kerja sama yang baik, risiko kecelakaan dapat ditekan dan lingkungan kerja yang aman dapat tercipta.

Ia pun mengajak seluruh insan pelabuhan untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas. Dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap blind spot dan mematuhi prosedur keselamatan, diharapkan operasional pelabuhan dapat berjalan lebih aman, lancar, serta mendukung produktivitas kerja secara berkelanjutan.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index