Situasi darurat dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam melindungi diri sendiri maupun orang lain di sekitar. Pesan ini kembali ditekankan dalam imbauan keselamatan yang menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama di setiap aktivitas, terutama di lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi.
Dalam imbauan tersebut, masyarakat dan para pekerja diingatkan untuk selalu tetap tenang ketika menghadapi keadaan darurat. Kepanikan justru dapat memperburuk situasi dan menghambat proses penyelamatan. Dengan menjaga ketenangan, seseorang dapat berpikir lebih jernih, mengambil keputusan yang tepat, serta membantu orang lain keluar dari kondisi berbahaya.
Selain itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul yang telah ditentukan. Pengetahuan ini dinilai sangat krusial karena saat terjadi keadaan darurat, waktu yang tersedia untuk bertindak sangat terbatas. Dengan memahami rute evakuasi sejak awal, proses penyelamatan dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.
Imbauan keselamatan juga menekankan penggunaan alat pelindung diri (APD) serta peralatan darurat yang tersedia. Peralatan tersebut dirancang untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan peluang keselamatan saat terjadi insiden. Oleh karena itu, setiap individu diharapkan tidak mengabaikan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, dalam keterangannya menjelaskan bahwa budaya keselamatan harus dibangun secara konsisten di seluruh lingkungan kerja. Menurutnya, keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan komitmen bersama yang harus dijalankan oleh seluruh pekerja, manajemen, hingga mitra kerja.
Ia juga menegaskan bahwa respons cepat dalam beberapa menit pertama setelah kejadian sangat menentukan. Dalam konsep keselamatan, terdapat istilah “golden time” selama 3 hingga 5 menit pertama yang menjadi periode paling krusial untuk melakukan tindakan penyelamatan. Jika pada waktu tersebut penanganan dilakukan dengan tepat, peluang untuk meminimalkan dampak dan menyelamatkan nyawa akan jauh lebih besar.
Achmad Muchtasyar menambahkan bahwa perusahaan terus memperkuat sistem kesiapsiagaan darurat melalui pelatihan rutin, simulasi evakuasi, serta penyediaan fasilitas keselamatan yang memadai. Langkah ini dilakukan agar setiap pekerja memiliki kemampuan dan refleks yang tepat ketika menghadapi situasi darurat di lapangan.
Melalui imbauan ini, diharapkan seluruh pihak semakin sadar akan pentingnya persiapan menghadapi potensi keadaan darurat. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah agar semua orang tidak menunggu hingga kejadian terjadi, melainkan mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Dengan semangat “Safety First, Everyone, Everywhere”, keselamatan dapat menjadi budaya yang melindungi semua pihak.