Komitmen Pelindo Regional 1 Tembilahan: Budaya Keselamatan Kerja Jadi Fondasi Utama Operasional

Komitmen Pelindo Regional 1 Tembilahan: Budaya Keselamatan Kerja Jadi Fondasi Utama Operasional
Ilustrasi

Tembilahan – PT Pelindo Regional 1 Tembilahan terus memperkuat komitmennya dalam menjadikan budaya keselamatan kerja sebagai prioritas utama di setiap lini operasional. Kesadaran akan risiko di area pelabuhan yang padat aktivitas alat berat menjadi perhatian serius, mengingat potensi kecelakaan kerja dapat terjadi jika kewaspadaan dan kedisiplinan tidak diutamakan. Manajemen meyakini bahwa keselamatan bukan sekadar prosedur, melainkan sebuah nilai yang harus hidup dalam keseharian seluruh personel, mitra kerja, hingga pengguna jasa.

General Manager PT Pelindo Regional 1 Tembilahan, Riky Armadi, menegaskan bahwa pemahaman mengenai Blind Spot atau titik buta serta disiplin di Safe Zone menjadi langkah krusial yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, area sekitar alat berat seperti crane, forklift, dan truh besar menyimpan risiko tinggi jika pekerja atau pejalan kaki abai terhadap posisi aman. "Kami terus mengedukasi seluruh petugas bahwa jika Anda tidak dapat melihat operator, maka operator kemungkinan besar tidak dapat melihat Anda. Ini adalah prinsip dasar yang harus dipahami untuk menyelamatkan nyawa," ujar Riky dalam keterangannya, Selasa.

Riky menjelaskan bahwa kawasan Pelindo Regional 1 Tembilahan memiliki karakteristik operasional yang dinamis, dengan interaksi intens antara manusia dan mesin berat. Untuk itu, pihaknya telah menetapkan jalur pejalan kaki yang jelas dan terpisah dari jalur operasional alat berat. Infrastruktur keselamatan tersebut dilengkapi dengan rambu-rambu K3 yang terpasang di titik-titik strategis, sebagai pengingat visual bagi seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan pelabuhan.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam mematuhi Safe Zone. Safe Zone merupakan area yang telah dikalkulasi aman dari jangkauan gerak alat berat. "Kami tidak hanya mengandalkan rambu, tetapi juga melakukan pengawasan ketat dan memberikan pembinaan berkelanjutan. Pelanggaran terhadap area aman ini akan kami tindak tegas karena menyangkut keselamatan jiwa," tegas Riky Armadi.

Manajemen Pelindo Regional 1 Tembilahan juga mendorong pendekatan proaktif dalam pengenalan bahaya. Seluruh pekerja dan mitra kerja didorong untuk tidak hanya menunggu instruksi, tetapi aktif melaporkan potensi risiko yang mereka temui di lapangan. Menurut Riky, budaya "saling mengingatkan" menjadi pilar penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, di mana setiap individu merasa bertanggung jawab tidak hanya atas keselamatan dirinya sendiri tetapi juga rekan kerjanya.

Dalam implementasinya, Pelindo Regional 1 Tembilahan secara rutin mengadakan safety briefing dan simulasi tanggap darurat. Kegiatan ini dirancang untuk memastikan bahwa seluruh personel tidak hanya memahami teori keselamatan, tetapi juga terampil dalam mengambil tindakan antisipatif saat berhadapan dengan situasi nyata di lapangan. Riky menambahkan bahwa konsistensi dalam pelaksanaan safety talk sebelum operasional dimulai menjadi kunci membangun mentalitas yang sadar risiko.

Komitmen tanpa henti terhadap keselamatan kerja ini merupakan wujud nyata dari upaya mewujudkan Zero Accident atau nihil kecelakaan. Riky Armadi menegaskan bahwa target Zero Accident bukan sekadar slogan, melainkan tujuan yang dapat dicapai melalui kerja sama kolektif. "Keselamatan Anda adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak ada prestasi operasional yang lebih tinggi dari nilai keselamatan manusia. Oleh karena itu, kami akan terus memastikan bahwa setiap proses bisnis berjalan dengan standar K3 tertinggi," pungkasnya.

Dengan penguatan budaya keselamatan yang berkelanjutan ini, PT Pelindo Regional 1 Tembilahan optimistis dapat meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan sekaligus menjaga kelancaran operasional pelabuhan. Ke depan, manajemen berencana untuk terus mengintegrasikan teknologi dalam sistem pengawasan keselamatan, guna meminimalisir risiko kecelakaan akibat faktor manusia maupun lingkungan, sehingga tercipta ekosistem kerja yang produktif, aman, dan berkelanjutan.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index