Waspada Titik Buta di Area Pelabuhan, PT Pelindo Ingatkan Pentingnya Keselamatan Kerja

Waspada Titik Buta di Area Pelabuhan, PT Pelindo Ingatkan Pentingnya Keselamatan Kerja

TEMBILAHAN – Keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional di lingkungan pelabuhan. PT Pelindo (Persero) Regional 1 Tembilahan terus menggencarkan imbauan kepada seluruh pekerja dan mitra kerja agar meningkatkan kewaspadaan terhadap area titik buta atau blind spot yang kerap menjadi pemicu kecelakaan kerja, terutama di area yang padat dengan alat berat.

General Manager PT Pelindo Regional 1 Tembilahan, Riky Armadi, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai area blind spot operator alat berat sangat krusial. "Di area operasional yang padat, alat berat memiliki keterbatasan pandangan. Operator tidak selalu bisa melihat personel yang berada di sekitar kendaraan. Karena itu, kesadaran bersama untuk menghindari titik buta menjadi kunci utama pencegahan kecelakaan," ujarnya, Rabu.

Riky Armadi menekankan empat langkah aman yang wajib diterapkan setiap pekerja. Pertama, pastikan selalu menjaga jarak aman dari alat berat yang sedang beroperasi. Kedua, jangan pernah melintas atau berada di area blind spot operator, baik saat alat berat bergerak maupun sedang diam namun mesin menyala.

Langkah ketiga, lanjut Riky, adalah penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Rompi reflektif, helm, dan sepatu safety menjadi perlindungan minimal yang harus dikenakan agar pekerja lebih mudah terlihat oleh operator. "APD bukan sekadar atribut, tetapi penyelamat nyawa saat kondisi darurat," tegasnya.

Keempat, komunikasi yang efektif menjadi faktor tidak kalah penting. Riky Armadi mendorong penggunaan serine atau alat pengeras suara serta isyarat visual yang disepakati bersama antara tim lapangan dan operator. "Komunikasi dua arah yang baik bisa mencegah kesalahpahaman yang berujung fatal. Jangan sungkan untuk saling mengingatkan," tambahnya.

PT Pelindo Regional 1 Tembilahan secara rutin mengadakan sosialisasi dan safety briefing berkala yang melibatkan seluruh pekerja bongkar muat, supir truk, dan operator crane. Program ini juga menekankan pentingnya disiplin di zona operasi, termasuk pemasangan rambu peringatan di lokasi rawan blind spot.

Riky Armadi mengingatkan bahwa setiap kecelakaan kerja tidak hanya merugikan perusahaan secara operasional, tetapi juga berdampak mendalam bagi pekerja dan keluarganya. "Ada keluarga yang menanti di rumah. Satu nyawa yang hilang karena kelalaian adalah kehilangan yang tak tergantikan. Mari kita ciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat untuk semua," pesannya.

Dengan pengawasan ketat dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, PT Pelindo optimistis angka kecelakaan kerja di area pelabuhan Tembilahan dapat ditekan hingga nol. Perusahaan juga membuka ruang bagi pekerja untuk melaporkan potensi bahaya tanpa rasa takut, sebagai bagian dari budaya keselamatan yang berkelanjutan.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index