Tembilahan – Di tengah kesibukan operasional pelabuhan yang padat, seringkali kita merasa aman tanpa menyadari bahwa kita berada di area berbahaya atau yang dikenal sebagai "blind spot". Hal ini menjadi perhatian serius bagi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 Cabang Tembilahan yang terus menggalakkan kampanye keselamatan kerja bagi seluruh pekerja dan pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.
General Manager PT Pelindo Regional 1 Tembilahan, Riky Armadi, menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan. Menurutnya, banyak risiko kecelakaan yang bisa dicegah hanya dengan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. "Kadang kita merasa nyaman dan aman, padahal sebenarnya kita berada di area yang tidak terlihat oleh operator alat berat atau berada di jalur yang berbahaya. Ini yang harus kita waspadai bersama," ujar Riky.
Salah satu himbauan utama yang disampaikan adalah jangan sembarangan mendekati alat berat. Alat berat seperti crane, forklift, dan truk kontainer memiliki keterbatasan pandangan, sehingga area di sekitarnya sering menjadi blind spot yang berisiko tinggi. "Mendekati alat berat tanpa izin atau tanpa memastikan keamanan adalah tindakan yang sangat berbahaya. Kita harus selalu menjaga jarak aman dan menghindari area yang ditandai sebagai zona berbahaya," tambahnya.
Selain itu, Riky juga menekankan pentingnya memastikan bahwa operator alat berat melihat keberadaan kita sebelum melintas atau beraktivitas di dekatnya. "Komunikasi yang jelas dan saling pengertian antara pekerja dan operator sangat penting. Jangan berasumsi bahwa mereka sudah melihat kita, pastikan ada tanda atau sinyal yang menyatakan bahwa kita terlihat dan aman untuk bergerak," jelasnya.
Tidak kalah pentingnya adalah selalu berada di safe zone atau area aman yang telah ditentukan. Pelindo telah menetapkan batas-batas area yang aman untuk beraktivitas, berjalan, dan parkir kendaraan. "Zona aman ini dirancang khusus untuk melindungi keselamatan semua orang. Jangan pernah melanggar batas ini, karena di luar sana risiko bahaya selalu mengintai," kata Riky.
Kampanye ini merupakan bagian dari komitmen Pelindo dalam menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tinggi, sesuai dengan standar internasional ISO 45001:2018. Perusahaan juga terus melakukan pelatihan, simulasi keadaan darurat, dan edukasi berkelanjutan kepada seluruh karyawan maupun mitra kerja untuk meningkatkan kompetensi dan kesadaran akan pentingnya keselamatan.
"Kami ingin menciptakan budaya keselamatan yang tertanam dalam setiap aktivitas. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tapi tanggung jawab kita semua. Ingat, pulang kerja dengan selamat dan bertemu keluarga adalah hal yang paling berharga," tegas Riky Armadi.
Melalui himbauan ini, Pelindo Regional 1 Tembilahan berharap seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan dapat lebih waspada, disiplin, dan selalu mengutamakan keselamatan demi terciptanya lingkungan kerja yang aman, efisien, dan bebas dari kecelakaan.
- Daerah
- Inhil
Pelindo Regional 1 Tembilahan Serukan Kesadaran Keselamatan,Jangan Terjebak di Blind Spot
Pilihan Redaksi
IndexTak Dibakar Lagi, Sisa Tembakau Rokok Ilegal Kini Disulap Jadi Kompos untuk Petani
RSUD Arifin Achmad Tangani Kasus Langka, Pasien Alami Kondisi Menstruasi Tidak Biasa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Daerah
Kepala Desa Sungai Intan Hadiri Musyawarah Dusun di Dusun Sungai Pinang
Jumat, 24 April 2026 - 14:25:41 Wib Daerah
Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan Ketertiban, Lapas Tembilahan Gelar Razia Rutin Blok Hunian
Jumat, 24 April 2026 - 12:49:47 Wib Daerah
Tak Dibakar Lagi, Sisa Tembakau Rokok Ilegal Kini Disulap Jadi Kompos untuk Petani
Jumat, 24 April 2026 - 09:19:58 Wib Daerah
RSUD Arifin Achmad Tangani Kasus Langka, Pasien Alami Kondisi Menstruasi Tidak Biasa
Jumat, 24 April 2026 - 09:16:28 Wib Daerah