Kinerja Pelindo Februari 2026: Petikemas Naik 6%, Non Petikemas Turun 15%

Kinerja Pelindo Februari 2026: Petikemas Naik 6%, Non Petikemas Turun 15%

Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melaporkan kinerja operasional sepanjang Februari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year). Secara umum, terjadi pertumbuhan positif pada sektor petikemas dan arus penumpang, namun arus kapal dan trafik non petikemas mencatatkan penurunan. Direktur Utama Pelindo, Ahmad Muchtasar, menyampaikan evaluasi mendalam atas capaian tersebut dalam konferensi pers di kantor pusat Pelindo, Jumat (27/2).

Sektor petikemas menjadi bintang utama dengan pertumbuhan 6% dibanding Februari 2025. Menurut Ahmad Muchtasar, lonjakan ini dipicu oleh peningkatan kegiatan ekspor komoditas unggulan seperti mineral dan pertanian, serta impor bahan baku industri. “Kami melihat pemulihan rantai pasok global berdampak positif pada arus petikemas. Terminal-terminal utama seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Belawan mencatat peningkatan utilize yang signifikan,” ujar Ahmad.

Selain petikemas, arus penumpang kapal feri dan kapal penumpang antarpulau juga meningkat 4% dibanding periode sama tahun lalu. Ahmad mengaitkan kenaikan ini dengan momen liburan akhir pekan panjang serta mulai bergeraknya pemudik lebih awal jelang Ramadhan. “Pelabuhan Merak, Makassar, dan Bitung menjadi penyumbang tertinggi. Kami telah meningkatkan fasilitas embarkasi untuk kenyamanan penumpang,” jelasnya.

Meskipun petikemas dan penumpang meningkat, arus kapal (ship calls) justru turun 1%. Direktur Pelindo menjelaskan bahwa penurunan ini bukan indikasi melemahnya aktivitas, melainkan hasil dari optimalisasi ukuran kapal. “Alih-alih menggunakan banyak kapal kecil, pelanggan kini beralih ke kapal berukuran lebih besar dengan frekuensi lebih sedikit. Ini sejalan dengan program efisiensi bahan bakar dan dekarbonisasi,” kata Ahmad Muchtasar.

Penurunan paling tajam terjadi pada trafik non petikemas, yang meliputi komoditas curah kering, curah basah, dan general cargo, dengan kontraksi 15% (yoy). Ahmad mengakui bahwa penurunan ini cukup dalam, namun masih dalam prediksi manajemen. “Penyebab utamanya adalah normalisasi harga batu bara yang memicu penurunan volume ekspor, serta peralihan sebagian komoditas ke moda darat atau kereta api. Selain itu, ada faktor pemeliharaan jetty di sejumlah pelabuhan,” terangnya.

Lebih lanjut, Achmad memerinci bahwa penurunan arus kapal 1% juga dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian tarif untuk kapal-kapal non-reguler. “Kami menerapkan tarif berbasis kinerja. Kapal yang sering mangkal lama atau memiliki frekuensi rendah kami arahkan ke terminal sekunder, sehingga pelabuhan utama lebih efisien,” tuturnya. Hasilnya, waktu sandar rata-rata di terminal tersier bisa ditekan hingga 8%.

Meski trafik non petikemas turun drastis, Ahmad optimis hal itu bersifat sementara. “Februari 2025 lalu memang basis yang tinggi karena ada proyek strategis nasional yang menggunakan semen curah dalam jumlah besar. Kini proyek tersebut rampung. Kami sedang menggenjot digitalisasi untuk komoditas non petikemas melalui platform Pelindo One System,” ungkapnya. Dari sisi pendapatan, penurunan volume diklaim masih bisa diimbangi dengan optimalisasi tarif.

Untuk menjaga momentum positif petikemas (6%) dan penumpang (4%), Pelindo akan mempercepat integrasi terminal di wilayah timur Indonesia serta meningkatkan layanak transportasi feri di lintas Barat-Selatan. “Kami targetkan semester pertama 2026, dua terminal baru di Maluku dan Papua mulai beroperasi penuh. Untuk penumpang, kami siapkan fasilitas integrasi tiket online dengan moda lain,” tegas Achmad.

Achmad Muchtasyar menegaskan bahwa kinerja gabungan Februari 2026 masih menunjukkan tren positif secara kumulatif karena petikemas menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan. “Kami tidak terlalu cemas dengan turunnya non petikemas 15%. Sebaliknya, ini jadi momentum transformasi ke green cargo. Selain itu, arus kapal yang turun tipis 1% justru jadi bukti efisiensi. Kami optimis memasuki Maret 2026, semua segmen akan bergerak naik berkat program nasional,” pungkasnya.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index