Tembilahan - Dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 tahun 2026, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Indragiri Hilir menggelar berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan pelayanan kesehatan yang melibatkan masyarakat luas yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2026 .

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pengabdian profesi dokter dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.
Ketua IDI Kabupaten Indragiri Hilir, dr. Muhammad Rahmatsyah Nasution, Sp.A, M.Ked (Ped), mengatakan bahwa peringatan HBDI ke-118 tidak hanya menjadi momentum refleksi bagi profesi dokter, tetapi juga kesempatan untuk semakin mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan mengedepankan aspek promotif, preventif, kuratif, dan edukatif secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan dan edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat awam yang dilaksanakan pada kegiatan Car Free Day (CFD) di Tembilahan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan dari tenaga kesehatan.

Selain itu, IDI Kabupaten Indragiri Hilir juga menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan stok darah di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak dan menjadi salah satu upaya membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah secara rutin.

Dalam mendukung program percepatan penurunan angka stunting, IDI Inhil menggelar edukasi kesehatan melalui podcast dengan berbagai tema yang ditujukan bagi masyarakat umum maupun tenaga kesehatan. Topik yang disampaikan kepada masyarakat meliputi stunting, infeksi menular seksual, kesehatan reproduksi, stroke, geriatri, penggunaan antibiotik secara rasional, hingga penanganan kegawatan sederhana di rumah. Sementara untuk tenaga kesehatan, materi yang diberikan mencakup tuberkulosis dewasa dan anak, stunting, etika kedokteran, rekam medis elektronik, hingga pengembangan kewirausahaan bagi tenaga medis.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah, IDI Kabupaten Indragiri Hilir turut berpartisipasi aktif dalam peluncuran Klinik Stunting di RSUD Puri Husada Tembilahan. Kehadiran klinik tersebut diharapkan menjadi pusat layanan terpadu dalam penanganan dan pencegahan stunting sehingga mampu mempercepat upaya peningkatan kualitas kesehatan anak di Kabupaten Indragiri Hilir.
Masih dalam rangkaian peringatan HBDI ke-118 yang bertepatan dengan semarak Milad Kabupaten Indragiri Hilir ke-61, IDI juga melaksanakan kegiatan sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di panti lansia. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, serta edukasi kesehatan bagi para lanjut usia sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok rentan di masyarakat.

dr. Muhammad Rahmatsyah Nasution berharap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dapat memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat. “Melalui Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 ini, kami ingin terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Indragiri Hilir yang sehat, mandiri, dan sejahtera. IDI berkemajuan, bangsa sehat dan sejahtera,” ujarnya.