PEKANBARU– Bupati Siak, Afni Zulkifli, masuk dalam daftar 22 Sosok Reset Indonesia, sebuah potret tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kiprah, keberanian, dan gagasan untuk mendorong perubahan mendasar di Indonesia.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram idbaruid terverifikasi. Daftar itu merupakan hasil tiga kali ekspedisi ke berbagai daerah di Indonesia untuk menemukan figur-figur yang dinilai mampu menghadirkan perubahan di bidang sosial, ekonomi, budaya, hukum, maupun politik.
Dalam pengantarnya, penyusun menyebut Indonesia tidak kekurangan sosok cerdas dan peduli. Di tengah krisis kader dan figur pemimpin yang kredibel di partai politik, mereka meyakini perubahan juga dapat lahir dari tokoh-tokoh di luar lingkaran kekuasaan pusat.
Afni Zulkifli dipilih karena dinilai berani mengambil kebijakan strategis dengan memangkas anggaran dinas bernilai ratusan miliar rupiah. Langkah tersebut dilakukan dalam upaya melunasi warisan utang Pemerintah Kabupaten Siak sebesar Rp326 miliar dari pemerintahan sebelumnya.
Selain kebijakan fiskal, mantan aktivis lingkungan dan Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu juga dinilai konsisten menyuarakan kritik pada sentralisasi kebijakan kehutanan dan agraria.
Berdasarkan pengalamannya mendampingi masyarakat di Sumatera, Afni berpandangan konflik agraria tidak akan selesai apabila pemerintah pusat terus menerapkan kebijakan tanpa mempertimbangkan kondisi di daerah.
Dalam keterangan penyusun, langkah-langkah yang dilakukan Afni dinilai mencerminkan keberanian mengambil keputusan sulit sekaligus menghadirkan perspektif baru dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Selain Afni, putri Presiden keempat RI, Alissa Wahid, juga masuk dalam daftar tersebut. Alissa dinilai konsisten menolak pemberian izin usaha pertambangan kepada organisasi keagamaan serta aktif mengonsolidasikan gerakan masyarakat sipil untuk menjaga toleransi, keadilan ekologis, dan nalar kritis bangsa.
Selain itu, Gus Kautsar juga masuk dalam daftar tersebut. Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, itu dinilai sebagai ulama muda Nahdlatul Ulama yang mampu menjembatani literatur kitab klasik dengan realitas kontemporer. Melalui jejaring kiai muda, ia aktif mengonsolidasikan santri urban dan kelompok muda marginal dalam ruang pengajian yang inklusif serta membangun ekosistem ekonomi sirkular berbasis komoditas lokal untuk mendukung pendidikan gratis dan gerakan sosial secara mandiri.
Sementara itu, Hening Purwati dinilai berhasil mengintegrasikan gerakan ekofeminisme dengan nilai-nilai keagamaan melalui gerakan Eco-Jihad. Sebagai Koordinator Nasional GreenFaith Indonesia dan pimpinan LLHPB 'Aisyiyah, Hening disebut aktif menggerakkan umat beragama melawan kerusakan lingkungan, melatih mubalighat dan majelis taklim membangun ketahanan ekologi dari lingkungan keluarga, serta menjembatani warga terdampak PLTU batu bara dengan jejaring spiritual internasional untuk mendorong transisi energi yang berkeadilan di Asia Tenggara.
Tokoh lain yang turut masuk dalam daftar di antaranya Novel Baswedan, Bivitri Susanti, Farwiza Farhan, Andrew Kalaweit, Gus Kautsar, Hening Purwati, serta Victor Yeimo.
Penyusun menegaskan, daftar 22 Sosok Reset Indonesia bukanlah daftar orang yang dianggap sempurna. Sebaliknya, mereka dipilih karena dinilai memiliki komitmen, keberanian, dan gagasan yang dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya perubahan mendasar di Indonesia.
Berikut daftar lengkap 22 Sosok Reset Indonesia:
1. Afni Zulkifli
2. Alissa Wahid
3. Andrew Kalaweit
4. A.S. Rosyid
5. Bivitri Susanti
6. Chiki Fawzi
7. Dicky Senda
8. Farwiza Farhan
9. Gus Kautsar
10. Hening Purwati
11. Iman Zanatul
12. Jacky Manuputty
13. John Bamba
14. Kalis Mardiasih
15. Lian Gogali
16. Media Askar
17. M. Nur Arifin
18. Novel Baswedan
19. Virdian Aurellio
20. Zainal Arifin
21. Dorthea Wabiser
22. Victor Yeimo.
(Infotorial)