Babinsa Sungai Danai Intensifkan Pengamatan Titik Hotspot untuk Cegah Karhutlah di Pulau Burung

Babinsa Sungai Danai Intensifkan Pengamatan Titik Hotspot untuk Cegah Karhutlah di Pulau Burung

Indragiri Hilir – Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 11/Pulau Burung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah). Salah satu upaya preventif yang dilakukan adalah melalui patroli rutin dan pengamatan intensif terhadap titik-titik rawan atau hotspot yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran di wilayah binaannya.

Pada Sabtu, 5 September 2026, Babinsa Koramil 11/PBR, Serda Ahmad Feri, melaksanakan kegiatan patroli khusus karhutlah di wilayah Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) dan berlangsung hingga selesai, dengan fokus utama pada pemantauan kondisi lapangan serta identifikasi dini terhadap adanya titik panas atau asap yang mencurigakan.

Lokasi patroli dipusatkan pada koordinat 0°47'24" Lintang Utara dan 103°46'25" Bujur Timur, sebuah area yang dinilai strategis namun juga rentan terhadap risiko kebakaran selama musim kemarau atau periode cuaca kering. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada analisis kerawanan wilayah serta data historis kejadian karhutlah sebelumnya, sehingga diperlukan pengawasan ekstra ketat dari aparat kewilayahan setempat.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Serda Ahmad Feri tidak bekerja sendiri, melainkan melibatkan elemen masyarakat setempat sebagai bentuk pemberdayaan dan gotong royong. Total personel yang dikerahkan dalam operasi ini terdiri dari satu orang anggota TNI dan dua orang warga masyarakat. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pengawasan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dari bahaya api.

Fokus utama dari kegiatan patroli ini adalah pengamatan terhadap titik hotspot yang dapat menjadi indikator awal terjadinya karhutlah. Dengan menggunakan metode pemantauan visual langsung di lapangan, Babinsa berupaya mendeteksi adanya tanda-tanda pembakaran liar atau akumulasi bahan mudah terbakar yang dapat memicu api besar. Deteksi dini ini sangat krusial agar tindakan pemadaman atau pencegahan dapat dilakukan segera sebelum api meluas.

Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya karhutlah. Selama patroli berlangsung, Serda Ahmad Feri sempat berinteraksi dengan warga sekitar untuk mengingatkan agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta mengajak mereka untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya. Pendekatan humanis ini diharapkan dapat membangun ketahanan komunitas terhadap bencana kebakaran.

Upaya pencegahan karhutlah yang dilakukan oleh Koramil 11/PBR ini sejalan dengan instruksi komando atas untuk menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat Indragiri Hilir. Dengan adanya patroli rutin seperti ini, diharapkan angka kejadian karhutlah di wilayah Desa Sungai Danai dan sekitarnya dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga aktivitas perekonomian dan kehidupan sehari-hari warga tidak terganggu.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0314/INHIL menyambut baik inisiatif dan kinerja para Babinsa di lapangan, termasuk Serda Ahmad Feri. Laporan situasi tapal batas dan kegiatan patroli ini menjadi bukti nyata bahwa TNI senantiasa hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan melindungi aset lingkungan hidup negara. Keberlanjutan patroli semacam ini akan terus ditingkatkan guna mengantisipasi segala kemungkinan gangguan keamanan di wilayah perbatasan dan pedalaman.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index