Indragiri Hilir – Kepolisian Sektor (Polsek) Pelangiran kembali menunjukkan komitmen nyata dalam membangun kedekatan dengan warga melalui program inovatif "Jumat Curhat". Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat bulan September ini menjadi wadah dialog langsung antara aparat kepolisian dan masyarakat, bertempat di Warung Pak Imuk, Kelurahan Pelangiran, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Pelangiran, IPTU Iwan Saputra, S.H., M.H., yang turun ke lapangan bersama sejumlah personil lainnya. Turut hadir dalam acara tersebut Ps. Kasium Aipda Parulian, S.H., Ps. Kanit Binmas Bripka Saftia Rani, serta Bhabinkamtibmas Desa Tagagiri, Bripka Hermansyah Putra Siregar. Kehadiran para petugas ini disambut hangat oleh enam orang perwakilan masyarakat setempat yang antusias mengikuti sesi curhat.
Dalam sambutannya, Kapolsek Pelangiran IPTU Iwan Saputra menjelaskan bahwa tujuan utama dari gelaran Jumat Curhat ini adalah untuk menghadirkan Polri di tengah-tengah masyarakat secara lebih humanis. Ia menekankan pentingnya interaksi tatap muka agar polisi dapat mendengar secara langsung berbagai permasalahan, keluhan, maupun aspirasi yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pelangiran tanpa adanya sekat birokrasi yang kaku.
Lebih lanjut, Kapolsek menyatakan bahwa pendekatan melalui warung kopi atau tempat berkumpulnya warga seperti Warung Pak Imuk dipilih karena dianggap sebagai ruang yang paling natural dan nyaman bagi masyarakat untuk berbicara terbuka. Dengan suasana yang santai, diharapkan warga tidak merasa canggung untuk menyampaikan isu-isu keamanan dan ketertiban yang mungkin selama ini belum tersampaikan melalui jalur formal.
Selain sebagai media pendengar keluh kesah, kegiatan ini juga bertujuan strategis untuk memperbaiki dan memelihara citra positif institusi Polri di mata publik. IPTU Iwan Saputra menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam penegakan hukum dan pemeliharaan kamtibmas. Oleh karena itu, polisi harus hadir bukan hanya sebagai alat negara yang represif, tetapi juga sebagai mitra dan pelindung yang solutif bagi warga.
Selama berlangsungnya kegiatan, dialog berjalan dengan lancar dan interaktif. Para peserta yang terdiri dari elemen masyarakat Kelurahan Pelangiran menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi lingkungan mereka. Personil Polsek Pelangiran mencatat setiap poin penting yang disampaikan untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan prosedur yang berlaku, sehingga masyarakat merasa didengarkan dan dihargai.
Situasi selama pelaksanaan Jumat Curhat terpantau aman dan kondusif hingga akhir acara. Tidak ada gangguan keamanan yang berarti, justru suasana keakraban terbangun kuat antara petugas kepolisian dan warga. Hal ini membuktikan bahwa metode pendekatan persuasif dan dialogis seperti yang diterapkan Polsek Pelangiran efektif dalam mereduksi jarak psikologis antara polisi dan masyarakat.
Kapolres Indragiri Hilir beserta jajarannya, termasuk Wakapolres, Kabag Ops, dan Kasat Intelkam yang menerima tembusan laporan ini, diharapkan dapat terus mendukung inisiatif semacam ini. Keberhasilan kegiatan Jumat Curhat di Pelangiran ini menjadi contoh baik bagaimana polsek tingkat kecamatan dapat berperan aktif dalam menciptakan harmoni sosial dan stabilitas keamanan melalui komunikasi yang intensif dan berkelanjutan dengan warganya.