PEKANBARU - Menghadapi Semen Padang FC yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman, skuad PSPS Pekanbaru sukses membawa pulang kemenangan tipis 1-0 pada pekan keempat.
Bertanding di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Ahad (4/10) malam, PSPS Pekanbaru tampil disiplin dan mampu meredam permainan Kabau Sirah. Gol tunggal kemenangan PSPS dicetak Dimas Wicaksono pada menit ke-72.
Hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan penting bagi PSPS dalam persaingan Grup A Pegadaian Championship 2026/2027.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, PSPS langsung menunjukkan keberanian bermain menyerang. Anak asuh Akhyar Ilyas tidak hanya menunggu serangan Semen Padang, tetapi beberapa kali mencoba menekan hingga ke area pertahanan lawan.
Semen Padang yang berstatus sebagai tuan rumah berusaha mengambil kendali permainan. Dengan materi pemain yang cukup berpengalaman, Kabau Sirah mencoba membangun serangan dari lini tengah dan mencari celah di pertahanan PSPS.
Namun, rapatnya barisan belakang Askar Bertuah membuat sejumlah upaya Semen Padang belum membuahkan hasil. PSPS juga mampu mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini pertahanan lawan.
Pertandingan berlangsung dengan tempo sedang, tetapi tetap sengit. Kedua kesebelasan saling jual beli serangan. Semen Padang sempat lebih banyak menguasai bola, namun PSPS tampil lebih efektif dalam memanfaatkan momentum serangan balik.
Hingga 45 menit pertama berakhir, tidak ada gol yang tercipta. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, pertandingan semakin terbuka. Semen Padang meningkatkan intensitas serangan untuk memecah kebuntuan.
PSPS pun tidak mengubah pendekatannya. Askar Bertuah tetap bermain disiplin sembari menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-72. PSPS mendapatkan ruang di pertahanan Semen Padang dan Dimas Wicaksono berhasil memanfaatkannya untuk mencetak gol.
Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan PSPS Pekanbaru. Tertinggal satu gol, Semen Padang langsung meningkatkan tekanan. Pemain-pemain Kabau Sirah berusaha mencari gol penyeimbang dengan terus menggempur pertahanan PSPS.
Namun, pertahanan Askar Bertuah tampil solid. Setiap upaya Semen Padang untuk masuk ke area berbahaya mampu diredam. PSPS juga sesekali melancarkan serangan balik yang membuat lini belakang Semen Padang harus bekerja ekstra.
Memasuki menit-menit akhir, tensi pertandingan semakin tinggi. Semen Padang terus mengejar gol penyama kedudukan, sedangkan PSPS berusaha mempertahankan keunggulannya.
Drama juga terjadi menjelang pertandingan berakhir ketika Gamaroni terlibat insiden dengan pemain Semen Padang. Wasit kemudian melakukan pemeriksaan VAR untuk memastikan apakah terjadi pelanggaran yang layak berujung kartu merah.
Setelah pemeriksaan VAR, Gamaroni tidak diganjar kartu merah. Ia tetap mendapat kartu kuning.
Waktu normal berakhir dan pertandingan memasuki tambahan waktu delapan menit. Semen Padang masih berupaya mencetak gol, tetapi PSPS mampu menjaga konsentrasi hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 0-1 untuk kemenangan PSPS Pekanbaru akhirnya bertahan hingga menit 90+8.