Tembilahan - Di tengah tantangan cuaca dan kerentanan wilayah terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kehadiran aparat kewilayahan di tengah-tengah masyarakat menjadi benteng pertahanan yang sangat vital. Pada hari Rabu, 28 Oktober 2026, jajaran TNI melalui Komando Rayon Militer (Koramil) 01/Tembilahan Hulu kembali menunjukkan kesiapsiagaan penuh dalam mengantisipasi bencana tahunan tersebut. Berdasarkan laporan resmi yang dihimpun mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, fokus utama pengamanan diarahkan langsung pada titik-titik rawan di wilayah binaan untuk melindungi keselamatan warga dan aset produktif mereka.
Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap keamanan lingkungan, Babinsa Koramil 01/Tbh, Serda Ronald Manalu, memimpin langsung pelaksanaan patroli terpadu pada pukul 10.00 WIB di wilayah Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Patroli rutin ini dirancang bukan sekadar untuk memantau situasi secara pasif, melainkan sebagai langkah proaktif dalam mendeteksi secara dini setiap potensi titik api atau aktivitas pembukaan lahan yang berisiko memicu kebakaran skala luas.
Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, tim gabungan yang dikerahkan memperlihatkan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat setempat. Kekuatan personel yang diterjunkan terdiri dari 1 orang prajurit TNI bersama dengan 3 orang warga masyarakat peduli api. Kolaborasi partisipatif ini membuktikan bahwa penjagaan terhadap kelestarian lingkungan dan pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang harus dipikul secara gotong royong.
Fokus utama dari kegiatan patroli ini adalah menjaga lahan-lahan milik masyarakat agar tetap aman dari ancaman kebakaran, mengingat wilayah Kabupaten Indragiri Hilir memiliki karakteristik lahan yang sensitif terhadap perubahan cuaca. Serda Ronald Manalu secara aktif menyusuri kawasan rawan serta berdialog langsung dengan para pemilik lahan guna memastikan tidak ada aktivitas pembakaran liar yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Berdasarkan pemantauan teknis yang dilakukan di lapangan, petugas berhasil mengidentifikasi titik koordinat spesifik di wilayah sasaran, yakni pada posisi 0,3338S 103,1468E. Pemetaan koordinat yang akurat ini sangat penting untuk memudahkan pelaporan digital secara berkala kepada komando atas sekaligus membangun basis data pemantauan wilayah yang berkelanjutan guna mengantisipasi ancaman di masa mendatang.
Selain melakukan pengecekan visual terhadap kondisi lahan, Babinsa juga memanfaatkan momentum patroli tersebut untuk memberikan edukasi dan sosialisasi persuasif kepada warga. Masyarakat diingatkan tentang bahaya besar Karhutla, dampak buruknya terhadap kesehatan dan perekonomian, serta larangan keras membuka lahan dengan cara membakar yang diatur oleh undang-undang. Pendekatan humanis ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran hukum dan lingkungan di kalangan petani serta pemilik lahan.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan patroli pencegahan Karhutla ini berakhir, situasi di wilayah binaan Koramil 01/Tbh terpantau berada dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali tanpa ditemukan adanya titik api maupun kepulan asap mencurigakan. Hasil positif ini mencerminkan keberhasilan strategi pencegahan dini serta tingginya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga wilayahnya dari bahaya bencana ekologis.
Komando Rayon Militer 01/Tembilahan Hulu berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan wilayah secara berkesinambungan, terutama pada musim-musim yang rentan. Melalui langkah preventif yang konsisten dan kemanunggalan TNI bersama rakyat yang solid, diharapkan wilayah Tembilahan Hulu dan Kabupaten Inhil secara keseluruhan dapat senantiasa bebas dari ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan.