Di Balik Barisan Apel, Wakapolres Inhil di Garda Terdepan Kesiapsiagaan Bencana

Di Balik Barisan Apel, Wakapolres Inhil di Garda Terdepan Kesiapsiagaan Bencana

Tembilahan Hulu - Pagi itu, Minggu 30 November 2025, suasana di Jalan H. Arif Parit 11, Tembilahan Hulu, tampak berbeda. Di depan SMP Negeri 1 Tembilahan Hulu, ratusan peserta dari berbagai unsur berkumpul dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi dan Gotong Royong Bersama. Di balik barisan itu, perhatian tertuju pada peran Wakapolres Polres Indragiri Hilir, Kompol Rizki Hidayat, yang menjadi salah satu figur sentral dalam menggerakkan kesiapan lintas sektor menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Hadir mewakili Kapolres AKBP Farouk Oktora, Kompol Rizki tampil aktif sejak awal kegiatan. Ia berdiri sejajar dengan para pejabat daerah, TNI, BPBD, hingga unsur pelajar, menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya urusan satu institusi. Menurutnya, ancaman bencana hidrometeorologi akibat dinamika cuaca harus dihadapi dengan kesiapan kolektif, bukan reaksi sesaat.

Usai apel dipimpin Asisten I Setda Kabupaten Indragiri Hilir, Kompol Rizki menegaskan bahwa peran Kepolisian dalam mitigasi bencana tidak sebatas pengamanan. “Personel kami harus siap secara administrasi, peralatan, dan yang paling penting, siap bergerak cepat di lapangan,” tegasnya. Ia menilai, kecepatan respons menjadi kunci untuk meminimalkan risiko korban dan kerugian bila bencana benar-benar terjadi.

Bagi Wakapolres, kesiapsiagaan bukan konsep di atas kertas. Melalui apel ini, ia mendorong agar seluruh personel Polres dan jajaran benar-benar memetakan potensi ancaman di wilayah tugas masing-masing. Mulai dari titik rawan banjir, daerah berangin kencang, hingga jalur evakuasi yang harus selalu siap digunakan kapan pun dibutuhkan masyarakat.

Setelah barisan apel dibubarkan, Kompol Rizki tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia ikut memantau jalannya gotong royong pembersihan parit dan saluran air bersama personel TNI, BPBD, dinas teknis, dan pelajar. Baginya, mitigasi bencana harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti memastikan aliran air lancar agar risiko genangan bisa ditekan sejak dini.

Sejumlah titik rawan banjir yang ditemukan saat gotong royong langsung dicatat untuk ditindaklanjuti. Kompol Rizki berkoordinasi dengan dinas teknis agar penanganan lanjutan bisa segera dilakukan. Sinergi ini, menurutnya, menjadi gambaran ideal bagaimana penanggulangan bencana seharusnya dijalankan: cepat, terpadu, dan saling menguatkan.

Dalam keterangannya kepada awak media, Wakapolres kembali menekankan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu menuntut kewaspadaan ekstra. Ia mengingatkan seluruh personel agar selalu siaga, tidak hanya menunggu perintah, tetapi juga peka terhadap situasi di tengah masyarakat. “Bencana tidak bisa diprediksi secara pasti, yang bisa kita lakukan adalah memastikan kesiapan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kompol Rizki berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa keselamatan warga merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi lintas sektor yang terbangun di Tembilahan Hulu menjadi modal penting bagi Kabupaten Indragiri Hilir untuk menghadapi ancaman hidrometeorologi di masa mendatang. Baginya, gotong royong adalah benteng pertama sebelum bencana datang.

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index