Indragiri Hilir – Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang dipicu fenomena El Nino, Serda Ahmad Feri, Babinsa Koramil 11/Pulau Burung (PBR) jajaran Kodim 0314/Indragiri Hilir (INHIL), melaksanakan patroli tapal batas di wilayah perbatasan. Kegiatan yang digelar pada Minggu (29/3/2026) itu menjadi bukti nyata kehadiran TNI dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan dan potensi bencana akibat musim kemarau panjang yang tengah melanda daerah tersebut.
Patroli dimulai pukul 08.00 WIB dengan menyasar titik koordinat 0°25'22.4" N 103°21'42.6" E yang berada di Desa Sri Danai Jaya, Kecamatan Pulau Burung. Lokasi tersebut merupakan area rawan perbatasan yang kerap menjadi lintasan aktivitas ilegal serta rawan kebakaran lahan akibat kondisi lahan gambut yang kering. Dalam operasi ini, Serda Ahmad Feri didampingi oleh dua orang warga setempat yang berperan sebagai mitra kewilayahan.
Pelaksanaan patroli kali ini mengusung fokus khusus pada antisipasi dampak El Nino yang menyebabkan suhu ekstrem dan kekeringan di sebagian besar wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Babinsa tidak hanya memantau pergerakan orang asing atau aktivitas ilegal di tapal batas, tetapi juga mengamati kondisi lingkungan, titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memastikan sumber-sumber air bersih masih dapat diakses oleh masyarakat setempat.
Kegiatan patroli dilakukan dengan metode pengecekan langsung ke sejumlah titik yang dianggap kritis. Serda Ahmad Feri bersama warga menyusuri jalur-jalur semak belukar dan kanal yang mulai menyusut akibat curah hujan yang sangat rendah. Kondisi ini dinilai rawan memicu karhutla, mengingat sebagian besar lahan di Pulau Burung merupakan tanah gambut yang mudah terbakar ketika musim kemarau berkepanjangan.
Dalam keterangannya usai patroli, Serda Ahmad Feri menyampaikan bahwa cuaca El Nino yang terjadi saat ini mengharuskan semua elemen meningkatkan kewaspadaan. "Kami tidak hanya bertugas menjaga batas wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat aman dari dampak kekeringan dan kebakaran lahan. Kolaborasi dengan warga sangat penting karena merekalah yang pertama mengetahui perubahan kondisi di lapangan," ujarnya.
Keterlibatan dua orang masyarakat sipil dalam patroli ini merupakan bagian dari pendekatan pembinaan teritorial yang rutin dilakukan Babinsa. Mereka dilibatkan tidak hanya sebagai pemandu medan, tetapi juga sebagai perpanjangan informasi kepada warga sekitar mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar serta imbauan untuk menghemat penggunaan air bersih. Langkah ini dinilai efektif mengingat kearifan lokal dan jaringan informasi warga yang kuat.
Kegiatan patroli tapal batas yang berlangsung hingga selesai itu berjalan dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ditemukan pelanggaran batas wilayah maupun titik api yang membahayakan. Namun, Serda Ahmad Feri menegaskan bahwa patroli serupa akan terus digencarkan sepanjang musim kemarau, mengingat potensi risiko karhutla dan krisis air masih sangat tinggi. Koordinasi dengan aparatur desa, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) pun terus ditingkatkan.
Komandan Koramil 11/PBR melalui Danramil setempat mengapresiasi kesigapan Serda Ahmad Feri dalam memadukan tugas pengamanan tapal batas dengan upaya mitigasi bencana akibat El Nino.
Hal ini sejalan dengan perintah harian Komandan Kodim 0314/INHIL agar seluruh jajaran Babinsa di wilayah perbatasan meningkatkan kewaspadaan dini dan memaksimalkan peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan serta kedaulatan wilayah. Patroli tapal batas dengan pendekatan kewilayahan itu pun diharapkan menjadi model pengamanan terpadu di tengah dinamika cuaca ekstrem.